Lihat ke Halaman Asli

Yudha Pratomo

TERVERIFIKASI

Siapa aku

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Manusia

Diperbarui: 5 April 2016   17:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Ilustrasi kecerdasan buatan. Sumber: Guardian.com"][/caption]Perkembangan teknologi di dunia semakin gila dan seolah sulit untuk dibendung. Memang seiring majunya peradaban manusia, teknologi juga mengikuti dan ini adalah hukum yang mutlak. Tidak dapat dipungkiri.

Teknologi yang semakin maju membuat manusia semakin mudah mengerjakan berbagai pekerjaannya. Contoh kecilnya saja adalah ponsel pintar (smartphone). Dengan satu perangkat kita bisa melakukan banyak hal. Pekerjaan, hiburan, interaksi, dll. sudah menjadi paket komplit pada sebuah smartphone.

Atau contoh lain yaitu perkembangan perangkat dan komponen komputer. Ya, komponen komputer, dewasa ini semakin mumpuni. Mampu digunakan untuk mengerjakan banyak hal. Pekerjaan berat dan ringan, sulit dan mudah, mampu dilibas dengan komputer dengan cepat.

Tidak heran, jika perkembangan peradaban manusia berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Jika kemudian ada pertanyaan, "lebih dahulu mana? perkembangan teknologi atau peradaban manusia?" mungkin jawabannya seperti pertanyaan "ayam atau telur duluan".

Sebenarnya dalam perkembangan teknologi ada satu hal lagi yang sangat menarik untuk disoroti. Mungkin tidak banyak orang yang sadar atau tertarik dengan teknologi ini, padahal banyak sekali perusahaan teknologi yang tengah berlomba untuk mengembangkannya.

Adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang kini tengah menjadi primadona di kalangan penggila teknologi. Kecerdasan buatan sejatinya adalah perangkat lunak komputer yang dibuat untuk melayani kebutuhan manusia. Bahkan lebih jauh, kecerdasan buatan bisa berperilaku seperti manusia yang dapat berinteraksi.

Anda pasti tahu film Terminantor bukan? Aktor laga kawakan, Arnold Schwarzenneger berperan melawan perangkat lunak bernama Skynet yang ingin menghancurkan manusia. Dalam film ini sebenarnya software Skynet dibuat untuk melindungi bumi dari kehancuran. Sayangnya, Skynet malah menilai manusia adalah salah satu faktor yang membuat bumi hancur sehingga perangkat lunak ini melakukan berbagai cara untuk memusnahkan manusia.

Atau kalian pasti pernah menonton film Iron Man. Dalam film itu Tony Stark memiliki asisten virtual bernama Jarvis yang menjadi "pelayannya" sehari-hari. Jarvis dapat berinteraksi dengan Tony dan menyediakan apapun yang ia butuhkan dengan cepat dan mudah.

Skynet dan Jarvis adalah dua contoh kecerdasan buatan dalam cerita fiksi. Namun jika kalian berpikir artificial intelligence atau kecerdasan buatan hanya ada dalam cerita fiksi, kalian salah besar.

Perkembangan teknologi cerdas ini ternyata jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Kecerdasan buatan yang tergolong sederhana dapat dengan mudah kita jumpai sehari-hari. Jika kalian adalah pengguna iPhone, aplikasi Siri adalah salah satu contohnya. Atau jika kalian menggunakan Microsoft, perangkat lunak Cortana adalah bentuk dari pengembangan kecerdasan buatan tersebut.

Berguna dan Berbahaya untuk Manusia

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline