Lihat ke Halaman Asli

Andreas Prasadja

TERVERIFIKASI

Peringatan bagi Calon Ibu yang Mendengkur!

Diperbarui: 24 Juni 2015   05:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Penelitian dari University of Michigan Health System menunjukkan bahwa calon ibu yang mendengkur bisa jadi tanda buruknya kesehatan calon bayi. Ibu yang tidurnya mendengkur 3 malam atau lebih setiap minggunya memiliki risiko lebih tinggi untuk alami pembedahan caesar atau memiliki bayi dengan berat badan lahir yang rendah.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran tidur SLEEP, November 2013 ini merupakan penelitian terbesar yang menghubungkan ngorok calon ibu dengan kesehatan bayinya. Sementara penelitian-penelitian sebelumnya lebih mengulas bahaya mendengkur bagi kesehatan calon ibu.

Publikasi pada jurnal yang sama di tahun 2011 membuktikan bagaimana calon ibu yang mendengkur berisiko alami diabetes kehamilan dan kelahiran prematur.

Dengkur dan Kehamilan

Sebuah riset lain yang diterbitkan pada jurnal Chest tahun 2000 menyimpulkan bahwa mendengkur sering ditemukan pada kehamilan dan merupakan tanda dari peningkatan tekanan darah pada kehamilan. Disimpulkan juga bahwa dengkuran calon ibu dapat menjadi tanda terhambatnya pertumbuhan janin.

Penelitian ini melaporkan, calon ibu mengalami peningkatan dengkuran seiring dengan usia kehamilan. Sebanyak 7% pada trisemester pertama, 6% di trisemester kedua dan 24% saat memasuki trisemester ketiga. Sepuluh persen ibu hamil yang mendengkur mengalami preeklampsia dengan peningkatan tekanan darah dan penambahan kadar protein pada urin, sementara yang tidak mendengkur hanya 4%.

Sleep Apnea

Mendengkur sering dianggap wajar pada calon ibu mengingat pertambahan berat badan yang dialami. Walau sering di alami calon ibu, ngorok sama sekali tidak normal.

Penyempitan saluran nafas yang terjadi saat tidur sebabkan tersumbatnya saluran nafas. Akibatnya, walau ada gerak nafas, udara tak ada yang masuk ataupun keluar. Nafas tak terjadi. Seolah tercekik dalam tidur, terjadi reaksi berantai yang dimulai dari penurunan kadar oksigen hingga ibu hamil terbangun. Tapi pendengkur tak ingat dirinya terbangun-bangun sepanjang malam, ia hanya merasa tak segar dan terus mengantuk di siang hari.

Kondisi henti nafas saat tidur ini disebut sleep apnea, atau lengkapnya obstructive sleep apnea (OSA).

Almarhum Natalie Edwards menuliskan dalam jurnal SLEEP tahun 2005 bahwa sleep apnea bisa menyerang 14% hingga 26% ibu hamil. Khusus bagi ibu hamil, sleep apnea bisa berujung pada preeclampsia, diabetes kehamilan dan berat badan lahir yang rendah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline