Lihat ke Halaman Asli

Prajna Dewi

TERVERIFIKASI

Seorang guru yang terus berjuang untuk menjadi pendidik

Ketika Anak Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Diperbarui: 6 September 2022   14:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak diperlakukan tidak adil (Sumber: istockphoto via nakita.grid.id)

“Mama tidak adil, aku laptopnya standar, punya kakak laptopnya canggih, macbook lagi”. Bersungut-sungut Si Kecil yang ketika itu masih duduk di bangku SMP, protes karena merasa kakaknya lebih dapat keistimewaan.

Jangan sepelekan ketika anak merasa bahwa dia diperlakukan tidak adil. Hal seperti ini dapat membuat anak berkecil hati, yang jika dibiarkan akan membawa efek buruk seperti rasa rendah diri, atau juga kemarahan yang akhirnya merenggangkan hubungannya dengan anggota keluarga yang lain.

Apa makna adil?

Jika anak kecil ditanya, apa itu adil, maka dia akan mendefinisikannya sebagai perlakuan yang sama. Sama rata, sama besar, sama banyaknya, sama mahalnya, dan berbagai sama yang lainnya.

Padahal makna adil sesungguhnya adalah berpegang pada kebenaran, tidak sewenang-wenang, sesuai dengan yang dibutuhkan.

Jadi dalam keluarga, sesungguhnya adil adalah ketika kita memberikan kepada anak (baik benda maupun perlakuan) sesuai dengan porsinya, sesuai dengan kebutuhan berdasarkan pertimbangan yang benar.

Jadi ketika kakaknya mendapat laptop yang lebih canggih, sedangkan adik yang standar, itu adil. Karena kakak kuliah di jurusan desain komunikasi visual, sehingga membutuhkan laptop dengan spesifikasi khusus. Sedangkan adik, penggunaan  laptop baru sebatas mengerjakan tugas sekolah.

Apa yang harus dilakukan ketika anak merasa diperlakukan tidak adil?

1. Beri penjelasan konsep adil yang sebenarnya, karena selama ini  mereka melihat dari "kacamatanya" saja

Coba perhatikan apa yang  terjadi di sekolah. Ketika guru membagikan makanan, semua anak akan mendapatkan potongan kue yang sama besarnya. Permen dengan jumlah yang sama. Nasi goreng dengan porsi yang sama banyaknya.

Maka tidak heran pengertian adil bagi anak adalah semua harus sama.

Sekolah tidak salah, karena pembagian itu diberikan pada anak dalam satu kelas yang sama usianya, dan dianggap sama kebutuhannya.

Namun anak perlu paham, bahwa dalam realitas, kebutuhan setiap orang tidaklah sama. Adik sudah kenyang dengan nasi goreng seporsi kecil, tapi Pak Ipul, yang badannya jauh lebih besar, butuh setidaknya tiga kali porsi adik baru cukup. Sedangkan adik kalau diberikan tiga porsi, pasti sangat kekenyangan atau bahkan tidak habis.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline