Lihat ke Halaman Asli

Saepiudin Syarif

TERVERIFIKASI

Writer

Duel Cicak

Diperbarui: 28 November 2021   12:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Duel Cicak di langit-langit masjid saat sholat Jumat. | Ilustrasi gambar: insectscreensingapore.com

Adzan berkumandang. Kulirik peta digital petunjuk arah di ponselku. Masih duapuluh lima kilometer lagi ke tempat tujuanku. Akhirnya kuputuskan berhenti di masjid terdekat sekalian untuk rehat.

Hari itu hari jumat. Jalanan jalur selatan cukup sepi tapi masjid yang kudatangi telah ramai dengan jamaahnya. Sebuah masjid yang tidak terlalu besar di pinggir jalan di sisi sungai yang mengarah ke laut.

Masjidnya penuh oleh jamaah hingga tak bisa lagi masuk ke dalam ruang utama. Jadilah aku duduk di selasar paling belakang bagian kiri yang berbagi tembok dengan ruangan gudang yang tampak kusam dan berdebu.

Aku sudah siap siaga dengan masker, sajadah, dan pembersih tangan antiseptik. Tapi sudah tak ada lagi jaga jarak antar jamaah, tanda silang di lantai hanya tinggal bekasnya saja dari noda lakban. Meski sebagian masih mengenakan masker tapi sebagian yang lain seakan sudah tak peduli. Meskipun daerah ini terletak di luar Jabodetabek namun daerah ini sudah banyak yang divaksin.

"Keluarga saya ada lima orang udah divaksin semua. Udah dua kali," begitu pengakuan satu bapak yang kutemui saat berwudhu tadi.

Khotbah terdengar mengalir dalam bahasa daerah yang hanya bisa kutangkap setengah-setengah. Tiba-tiba di dinding di depanku ada dua cicak sedang berkejaran.

Ternyata mereka tidak hanya berkejaran tapi kemudian mereka juga bergumulan. Dasar binatang. Melampiaskan birahi tak kenal tempat dan situasi. Ini adalah tempat suci dan sedang diadakan ibadah suci pula.

Ternyata aku salah. Mereka tidak bermaksud untuk berasyik masyuk. Ternyata mereka sedang berkelahi, adu kekuatan saling hantam.

Saat Cicak 1 berhasil menerkam Cicak 2, terjadi perkelahian seru dan kejam. Cicak 1 dan Cicak 2 saling gigit saling cakar. Kibasan ekor pun digunakan dengan kekuatan penuh untuk menyerang.

Aku kaget. Ternganga sampai melupakan isi khotbah. Aku terkesima dengan pertarungan seru itu. Tak kenal lelah mereka saling hantam untuk menjatuhkan lawan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline