Lihat ke Halaman Asli

perdanadewi

perempuan biasa yang ingin mnjadi penulis luar biasa

IPDN Mengubah Hidupku

Diperbarui: 23 Juli 2020   13:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Jika kalian mendengar sekolah IPDN pasti langsung terbesit kampus yang terkenal dengan kekerasan, suap-menyuap, pemukulan dll. Tetapi dalam tulisan ini saya akan membahas tentang kampus saya, kampus kebanggaan saya yaitu IPDN. 

Sebenarnya terkait pemukulan atau kekerasan itu adalah masa kelam dari kampus saya. Itu sudah beda zaman, beda kepemimpinan dan beda pola pendidikan. 

Sekarang kampus IPDN merupakan kampus yang zero kekerasan atau ga ada lagi kekerasan.  Sebutan bagi orang yang melaksanakan pendidikan yaitu praja. Apabila terdapat praja yang ketauan melakukan kekerasan terhadap temannya otomatis langsung dikeluarkan.

Awal mula saya mengenal kampus IPDN adalah dari kakak sepupu saya. Awalnya saya sama sekali tidak tertarik dengan kampus yang berbau militer apalagi ada kegiatan lari. 

Olahraga yang paling saya benci adalah lari, setiap ada tes lari saya selalu di urutan ketiga (dari belakang maksudnya). Saya termasuk orang yang tidak kuat lari, apabila lari dikit selalu muntah. 

Tetapi karena dorongan orang tua yang pengen anaknya nyoba-nyoba kampus militer, akhirnya saya mengalah untuk hanya mencoba mendaftar kampus IPDN. 

Padahal saat itu saya sudah berkuliah di universitas di solo selama 2 semester. Di minggu pertama latihan lari saya dapat lari tanpa jalan sebanyak 2 putaran stadion. 

Di minggu kedua 3 putaran tetapi itu jalan sedikit hehehe. Trus di minggu ketiga saya bisa 3 putaran tanpa jalan dan lama -- kelamaan saya bisa menyelesaikan 4 putaran stadion tanpa jalan(ini belum berpatokan sama waktu hehehe). Dalam aturan apabila ingin lulus tes lari maka harus sanggup lari minimal 4 putaran 12 menit tanpa jalan.

Semenjak saya masuk ke IPDN , hampir semua di hidup saya berubah. Saat SMA, saya adalah orang yang pemalas, malas bangun pagi,  malas olahraga, sering datang terlambat ke sekolah bahkan saya termasuk orang yang cengeng. 

Tetapi semua berubah saat saya masuk ke IPDN. Disini,kita sendiri lah yang mau tidak mau harus beraptasi. Praja harus bangun pagi setiap hari pukul 04.00. awalnya bangun pagi juga merupakan hal paling berat saya. 

Karena kalau dirumah saya bangun pukul 06.00 itupun dibangunkan sama orang tua. Kemudian cepat atau lambat, bagaimanapun caranya saya harus dapat menyesuaikan. Kemudian saya termasuk orang yang cengeng. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline