Lihat ke Halaman Asli

Perang Gallipoli, Happy Anzac Day

Diperbarui: 17 Juni 2015   07:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Perang Gallipoli, PD1

Happy Anzac Day

Perang Gallipoli adalah salah satu perang paling berdarah pada PD1, dimana Entente (Britania Raya dan Republik Prancis) melakukan invasi skala besar ke Kesultanan Islam Ottoman. Pendaratan pasukan Entete (Inggris, Prancis, Australia, New Zealand dengan elemen pasukan India) dari Mediterranean Expeditionary Force (MEF) dipimpin oleh Jenderal Hamilton dimulai 25 April 1915 gagal menembus pertahanan Army Kelima Ottoman yang dipimpin oleh Field Marshal Liman von Sanders, selama 8 bulan pertempuran berdarah. Ratusan ribu tentara gugur dari kedua belah pihak.

Pasukan MEF Entente mendarat di tiga lokasi:

- Cape Helles

- Anzac Cove

- Suvla Bay

Ketiganya berada di wilayah pertahanan Korps III Ottoman yang dipimpin oleh Esat Pasha, membawahi Divisi 7, 9, 12, dan 19. Dengan divisi cadangan dari Korps IV.

Sebagai perbandingan, pada perang kemerdekaan, seluruh Indonesia dikuasai Inggris

Pendaratan tanggal 25 April dilakukan di Cape Helas dan Anzac Cove. Pendaratan tidak terjadi mendadak karena sejak Maret niat MEF sudah nyata. Field Marshal Sanders memiliki 4 minggu untuk mempersiapkan pertahanan. Pasukan Ottoman di reformasi selama 12 tahun oleh Jerman, dipimpin Baron von Goltz sebagai penasehat Sultan. Hampir seluruh alutsista Ottoman dibeli dari Jerman, sehingga pasukan Ottoman di Gallipoli cukup moderen.

Sekalipun demikian kali ini Ottoman berhadapan dengan MEF Inggris yang persenjataannya jauh lebih lengkap, serta didukung supremasi laut, dimana naval gun Inggris dan Prancis dapat menjangkau jauh ke daratan. Keunggulan alutsista utama Inggris adalah jumlah artileri dan senjata mesin yang di zaman itu merupakan senjata state-of-the-art.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline