Lihat ke Halaman Asli

Ozy V. Alandika

TERVERIFIKASI

Guru, Blogger

Aku Bangga Menjadi Guru SD!

Diperbarui: 5 April 2021   17:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto bersama siswa SD (2019). Dok. Ozy V. Alandika

"Mengapa Kok Kamu Jadi Guru SD?"

Semenjak mulai asyik menulis seputar suasana pendidikan dan pembelajaran, aku cukup sering dihampiri oleh pertanyaan yang keluar dari hati sendiri. Terlebih lagi ketika aku menatap sejumput bio yang tertuang di profil akun Kompasiana-ku, "Mengabdi sebagai Guru SD".

Merupakan kebanggaan tersendiri bagiku ketika melihat secarik keterangan diri tersebut. Bahkan, malam kemarin, ketika Twitter sedang heboh dengan fitur baru "Fleet" yang konon katanya mirip banget dengan Instagram Story, aku juga menemukan tagar #TerimaKasihGuru. Ramai netizen menuangkan doa-doa terbaik untuk guru, padahal peringatan HGN masih 4 hari lagi.

Aku yang menyaksikan beberapa tweet terpopuler jadi terkesan dengan ungkapan ketulusan ribuan penduduk Twitter. Di sebalik ingar-bingar ciutan "Revolusi Akhlak", ternyata banyak pula netizen lain yang menyambut momentum Hari Guru Nasional 2020 lebih dulu.

Dari sana, muncullah pertanyaan dari hatiku tentang, "Mengapa jadi guru SD?"

Jawaban singkat, profesiku sebagai guru SD menurutku adalah bagian dari perjalanan hidup dan takdir. Maknanya, esok hari, tahun depan, atau mungkin di masa depan, aku bisa saja menjadi guru pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau malah jadi seorang pebisnis.

Sebenarnya, baik diriku, dirimu, maupun semua orang bisa saja memilih profesi alias pekerjaan sesuai dengan kadar selera dan kebutuhan mereka. Tapi, untuk saat ini, bukankah kita perlu bangga dengan profesi sendiri?

Pastinya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya hidup ketika diri ini sibuk menyalahkan takdir serta menggerutu kepada alam bahwa profesiku hari ini adalah "salah alamat".

Kalau sudah muncul pola pikir seperti itu, biasanya ketidaksukaan kecil akan merembes ke mana-mana, bahkan sampai menjelekkan profesi sendiri. Semisal, guru SD itu gajinya kecil, administrasi pembelajarannya ruwet, siswanya nakal, de el el. Tidak akan pernah habis keluhnya.

Maka dari itulah aku buat judul artikel yang singkat dan simpel ini, bahwa Aku Bangga Jadi Guru SD!

Mengapa aku bangga? Selain karena harus bangga dengan profesi sendiri, menjadi guru SD ternyata menyenangkan sekaligus sangat menantang. Detailnya bagaimana?

Guru SD, Boleh Dibilang Guru Pilar
Mengapa aku sebut guru SD sebagai guru pilar? Tanpa mengesampingkan peran utama orang tua, sejatinya guru SD merupakan sosok yang bertanggungjawab mengajari literasi dasar kepada siswa. Baca tulis, berhitung, adab, inilah yang utamanya, disusul beberapa mata pelajaran lainnya.

Meskipun dijuluki literasi dasar, tapi sesungguhnya perjuangan guru SD menuangkan ilmu dan pengetahuan kepada para siswanya itu tidaklah mudah. Terang saja, tidak sedikit siswa-siswi yang harus diajari dari nol. Bahkan, dulunya masih banyak siswa SD yang tidak naik kelas, kan?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline