Lihat ke Halaman Asli

Rahman

Penulis lepas

Tren Panas Heat Teredam Dinginnya Tampilan Nuggets

Diperbarui: 6 November 2019   14:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Will Barton (kiri) berperan penting dalam kemenangan Denver Nuggets atas Miami Heat di laga keenam NBA. Sumber: Denver Stiffs.

Miami Heat memburu posisi puncak klasemen Wilayah Timur NBA saat bertamu ke Pepsi Center milik Denver Nuggets, Rabu (6/11) WIB. Heat yang musim ini dimotori Jimmy Butler berambisi melanjutkan tren panas awal musim setelah meraup lima kemenangan dan satu kekalahan. Sayang, catatan tiga kali menang beruntun mereka terhenti setelah keok 109-89 atas Denver.

Nuggets tampak masih terlalu kuat untuk mereka. Nikola Jokic, dkk. yang secara mengejutkan finis di posisi kedua Wilayah Barat musim lalu sukses meredam bara letupan ambisi Heat. Kedua tim menampilkan pertandingan intens dengan tempo tinggi.

Pelatih Nuggets, Mike Malone sanggup beberapa kali melakukan penyesuaian tatkala Heat mulai mengambil momentum. Ketika Goran Dragic memimpin unit kedua Heat, tim asal Florida tersebut unggul lima poin, tertinggi untuk mereka di laga ini. Lantas Malone membenahi lini pertahanan dengan mengoptimalkan senter cadangan, Mason Plumlee. Alih-alih bergantung kepada bintang mereka, Jokic.

Penyesuaian ini berpengaruh besar pula untuk kinerja dua penyerang Will Barton dan Torrey Craig yang sama-sama sempat lakukan dunk. Pada periode itu, Plumlee pun berperan apik dengan torehan enam poin dan tiga rebound (mengambil bola pantul). Jumlah poinnya mengungguli Jokic (dua poin) dengan total rebound yang serupa. Sampai dua kuarter, Nuggets unggul 58-48 dari tim tamu.

Awal kuarter ketiga sempat diwarnai merah darah kening Penyerang Power (Power Forward) Nuggets, Paul Millsap. Eks pemain Atlanta Hawks itu tengah merangsek ke ring saat didorong badan Meyers Leonard. Millsap terhuyung, lantas beradu kepala dengan Justice Winslow. Tadinya, Millsap segera masuk ruang ganti, tapi berhubung mesti melakukan dua lemparan bebas, Millsap kembali lagi ke lapangan dengan kening berbalut kain.

Ketahanan diri Millsap seakan menular kepada pemain lain. Nuggets pun semakin tidak terbendung setelahnya. Di bawah lima menit kuarter ketiga, Nuggets unggul sembilan belas poin. Sekalipun Jokic mendapatkan malam yang tidak terlalu berkesan, tapi rekan-rekannya cemerlang. Khususnya Barton yang pada akhir laga mencatatkan torehan dua digit angka pada kategori statistik (double-double) ke-18 dalam kariernya. Setelah absen dua laga, pemain yang kehadirannya dirindukan itu menyumbang 15 poin dan 10 rebound.

Selain Barton, para pemain cadangan juga menyumbang sumbangsih besar. Plumlee melanjutkan aksi apiknya yang membuat Jokic sempat dipandang sinis Malone di akhir kuarter ketiga. Monte Morris dan Jerami Grant sama-sama mencetak dua digit poin (11 dan 15 poin). Craig dan Malik Beasley sanggup mengerem tim cadangan Heat yang secara keseluruhan memang tidak cukup bagus.

Pada sisi Heat, Jimmy Butler langsung diistirahatkan setelah sadar angka tidak terkejar di akhir kuarter ketiga. Debutan (rookie) sensasional Kendrick Nunn yang mengalami bulan madu pada lima laga awal NBA terhambat dengan hanya catatan 11 poin. Satu debutan lain yang mencuri perhatian, Tyler Herro juga melempem tanpa sekalipun cetak tripoin andalannya dan hanya memproduksi dua angka dalam 15 menit di lapangan.

Dua menit kuarter keempat berjalan, selisih semakin lebar dengan keunggulan 25 poin Nuggets. Kesolidan skuat Nuggets yang terbangun lebih dahulu ketimbang Heat berbicara banyak menentukan hasil akhir. Peran pemain penyokong Nuggets membuktikan itu. Dilengkapi konsistensi pemain andalan Jamal Murray yang menyajikan 21 poin, kemenangan besar pertama tim asal Colorado akhirnya tiba di musim ini.

Saling Giliran Memangsa dan Dimangsa

Modal kemenangan telak Heat atas Houston Rockets 129-100, Senin lalu tidak berbekas selain meninggalkan kesan roda nasib di NBA yang berputar begitu cepat. Seolah semua tim saling terkam. Pada laga itu, Heat sempat menghujani Rockets dengan 46 poin hanya dalam kuarter pertama (rekor franchise mereka). Kondisi sebelumnya pun, Rockets menang 159-158 atas Washington Wizards. Kemenangan jumlah skor tertinggi dalam suatu pertandingan NBA tanpa ada tambahan babak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline