Lihat ke Halaman Asli

nurhanifahrizky

Menulis untuk menebar manfaat

Kenali Keterlambatan Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak

Diperbarui: 3 Januari 2019   16:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://babyologist.com

Kemampuan berbicara dan bahasa merupakan perkembangan penting pada anak-anak. Bicara dan bahasa merupakan bagian dari komunikasi, yang mencakup verbal dan nonverbal. Prevalensi gangguan bicara dan bahasa pada anak-anak secara global dilaporkan terjadi 2-25%, dimana gangguan bicara dan bahasa akan memberikan dampak kurang baik pada perkembangan emosional, pendidikan dan pekerjaan.

Keterlambatan atau gangguan bicara dan bahasa akan mempengaruhi fungsi akademik, sosial, perilaku, dan emosional. Keterlambatan perkembangan anak berhubungan dengan kondisi kesehatan medis dan genetik, selain itu ada kontribusi dari faktor sosial dan emosional yang kemudian menghasilkan orang dewasa dengan pendidikan dan fungsional yang rendah.

Anak prasekolah (usia 60-72 bulan) yang memiliki keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar dan kesulitaan membaca saat di sekolah dan berdampak pada keterampilan membaca yang buruk pada usia 7 atau 8 tahun sehingga akan kesulitan pada bahasa tulisan.

Perkembangan bahasa tergantung pada stimulus-stimulus bahasa yang diterima anak sebagai input Bahasa. Input bahasa dapat berasal dari orangtua, lingkungan keluarga/rumah, guru di sekolah dan teman sebaya.

Deteksi dini gangguan perkembangan anak merupakan hal penting dan mendesak dalam pelayanan kesehatan yang bersifat preventif. Kegagalan mendeteksi keterlambatan atau kurangnya stimulasi pada anak dalam bicara dan bahasa membutuhkan intervensi ekstensif dan mahal apabila gangguan tersebut belum diidentifikasi dan diintervensi lebih awal.

Perkembangan bicara dan bahasa atau komunikasi dimulai sejak infan sekitar usia 6 bulan. Infan akan berusaha mengambil perhatian orang dewasa dengan berinteraksi mengeluarkan suara-suara celoteh. Pada usia 8 sampai 10 bulan anak akan berceloteh dan mampu menggerakkan tangan, dan pada usia 11 sampai 13 bulan gerakan tubuh dan pengucapan kata mulai bisa dihasilkan.

Orangtua dan pengasuh pada umumnya akan memberikan perhatian terkait pengucapan anak dan bahasanya saat anak berumur 18 bulan sampai 2 tahun. Kegagalan anak mengucapkan kata per kata saat usia 18 bulan dan menyambungkan kata saat anak usia 2 tahun merupakan masalah yang masih normal.

Anak-anak dengan perkembangan yang sangat lambat 97% mampu mengucapkan 1 kata pada usia 20 bulan pada anak perempuan dan usia 23 bulan pada anak laki-laki, dan 3 atau 4 kata dalam kalimat dapat diucapkan pada anak laki-laki mapun perempuan saat usia 3 tahun.

Tabel berikut dapat dijadikan panduan untuk melihat perkembangan bicara dan bahasa anak. Jangan sampai orangtua terlambat menyadari bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan.

Jika ragu dengan perkembangan anak maka bawalah anak ke posyandu atau layanan kesehatan untuk diperiksa oleh tenaga medis terlatih dan mintah agar diajarkan bagaimana stimulasi-stimulasi yang dapat dilakukan untuk mengejar perkembangan bicara dan bahasa anak.

Tabel Perkembangan bicara dan bahasa sesuai usia

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline