Lihat ke Halaman Asli

Nur Dianti Fitriani

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

Mahasiswa Undip Gandeng Masyarakat Militer Berpadu Cegah Covid-19 dan Berikan Edukasi Pentingnya Menabung Sejak Dini

Diperbarui: 3 Agustus 2021   09:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyumanik (2/8). Universitas Diponegoro menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun 2021 selama 45 hari sejak 30 Juni hingga 12 Agustus 2021. Seperti halnya tahun lalu, kali ini Undip masih mengusung Program KKN Pulang Kampung karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir semenjak merebaknya virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) di Indonesia dari tahun sebelumnya.

Kendati pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, KKN Pulang Kampung tetap berlangsung namun dengan mengubah metode secara online yang dimaksudkan untuk meminimalisir interaksi dengan masyarakat. Selain itu, mekanisme KKN ini juga tidak dilakukan secara kelompok atau tim melainkan mandiri atau individu di tempat tinggalnya masing-masing.

Akibat pandemi, berbagai aspek kehidupan mengalami penurunan kualitas baik dari pendidikan maupun perekonomian dan lain-lain. Hal ini mendorong semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk melawan virus Covid-19. Dengan tema "Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) Melalui Kuliah Kerja Nyata" mahasiswa mengadakan program-program kerja dalam mengurangi lonjakan kasus Covid-19 dan dapat membangun lingkungan serta kualitas hidup setempat.

Berlokasi di RW.10 Kelurahan Ngesrep tepatnya di RT.1 RT.2 dan RT.3 yang merupakan Asrama Perhubungan Angkatan Darat Kodam (Hubdam) IV/Diponegoro menjadi tantangan tersendiri bagi Nur Dianti Fitriani,  Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip. Di lingkungan ini secara relatif tidak ada permasalahan yang menonjol. Sekitar 60 keluarga yang bertempat tinggal disini telah menerapkan 5M dan gerakan "Jogo Tonggo" dengan baik.

Namun seiring berjalannya waktu Covid-19 yang tak kunjung mereda, kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri juga semakin menurun. Hal ini bisa menjadi ancaman bagi masyarakat di daerah tersebut mengingat Covid-19 sudah bermutasi menjadi bermacam varian yang semakin ganas seperti Alpha, Beta, dan Delta.

Untuk itu, program kerja mengenai Covid-19 yang digagas adalah membantu masyarakat mengoptimalkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker ganda dari masker medis dan masker kain. Sosialisasi ini juga memuat pelatihan pembuatan face shield sederhana secara mandiri sebagai pelindung tambahan untuk mencegah penularan virus. Sehingga selain berguna bagi masing-masing keluarga kegiatan ini juga dapat dapat dikembangkan sebagai ide bisnis yang bernilai ekonomis.

Berdasarkan pengamatan di daerah ini, rata-rata usia penduduk untuk orang tua sekitar 45 tahun sehingga anak-anak yang berada di lingkungan ini mayoritas masih pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar. Memberikan informasi mengenai menabung sangat tepat untuk disampaikan kepada mereka sejak dini. Oleh karena itu, program kerja monodisiplin yang diangkat adalah edukasi bagaimana pentingnya menabung dan cara menabung yang efektif sehingga dapat memiliki pemahaman yang cukup untuk memulai menabung.

Materi sosialisasi dikemas dalam bentuk video edukatif dan informatif yang kemudian diunggah pada platform Youtube dan link dibagikan melalui grup Whatsapp masing-masing RT. Tanpa menurunkan antusiasme masyarakat, mereka menyambut dengan baik dan memberikan tanggapan pada kolom komentar di video tersebut.

"Bagus, untuk memotivasi warga membuat face shield dan tetap menerapkan 5M" tutur Pak Wahyu.

"Bisa dicoba di rumah dan bermanfaat bagi keluarga serta semua" tutur Pak Murdiyono (Ketua RT.1)

Sebagai feedback dari pelaksanaan program kerja pertama, telah diserahkan bahan face shield kepada masyarakat. Dengan tujuan  agar masyarakat dapat mencoba membuat face shield secara mandiri. Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik langsung oleh Bapak Fualy dan putrinya (RT.3) sebagai perwakilan masyarakat untuk membuat face shield secara mandiri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline