Lihat ke Halaman Asli

Suprihati

TERVERIFIKASI

Pembelajar alam penyuka cagar

Bank Indonesia Antara De Javasche Bank dan Cagar Budaya

Diperbarui: 4 Juli 2022   05:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cagar Budaya Bank Indonesia Yogyakarta (Dokumen Pribadi)

Berbicara tentang bank, bukan hanya sebatas produk dan transaksi. Bank bagian dari sejarah peradaban budaya bangsa. Mari simak narasi Bank Indonesia antara De Javasche Bank dan Cagar Budaya.

Museum Bank Indonesia, Kota Tua Jakarta

Gedung Museum Bank Indonesia Kota Tua, Foto oleh @b.I.chong (museumnusantara.com)

Ketertarikan untuk melongok bangunan Bank Indonesia bermula dari kunjungan sangat lama saat tilik anak sambil blusukan. Tujuan yang diincar adalah kawasan bersejarah Kota Tua. Kompleks gedung bersejarah.

Salah satunya yang langsung memikat pandang adalah Gedung Museum Bank Indonesia. Masuk dan melongok aneka ruang yang ditata dengan kesatuan fungsi. Penataan yang modern kontekstual tanpa meninggalkan sisi sejarah.

Bagian dari tonggak sejarah perbankan di Inonesia. Bermula dari De Javasche Bank yang didirikan pada tahun 1828. Bangunan perdana yang diikuti dengan De Javasche Bank di kota lain.

Pada tahun 1953, Bank Indonesia dibentuk dengan menggantikan fungsi dan peran De Javasche Bank. Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. Memainkan tiga peran utama yaitu di bidang perbankan, bidang moneter dan sistem pembayaran.

Mengikuti tuntutan perkembangan zaman dibangunlah gedung yang lebih representatif di tempat lain. Nah sayang kan gedung bersejarah dengan arsitektura apik ini. Dewan Gubernur BI bersepakat melestarikan gedung tua BI ini sebagai museum sarana edukasi.

Menurut bi.go.id penetapan gedung bersejarah BI sebagai cagar budaya seturut dengan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993. Visi yang diembannya adalah "Menjadi wahana sumber informasi tentang sejarah Bank Sentral Indonesia yang terpercaya, informatif, modern dan menarik yang dikelola secara profesional"

Museum sebagai representasi bangsa senantiasa memperbaharui konsep pelayanan sesuai dengan sasaran pengunjung. Estafet nilai perbankan antar generasi. Kini layanan mewadahi karakter generasi muda dengan sentuhan digitalisasi.

Menyentuh aneka ranah sumber belajar melalui ragam indera. Sajian diorama dilengkapi dengan immersive cinema. Melihat, mendengar, menyentuh, merasakan diharapkan menguatkan kesan pembelajaran.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline