Lihat ke Halaman Asli

Hani Debyyana

Menulis itu perlu persiapan otak, otot, kuota, buku dan berbagai camilan

Mencegah dan Mengatasi Osteoporosis

Diperbarui: 20 Oktober 2022   09:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Mencegah dan mengatasi osteoporosis

I. Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis berasal dari kata osteo yang berarti tulang dan porous yang berarti keropos. Osteoporosis berkaitan dengan melemahnya tulang. Serangan osteoporosis seringkali tidak disadari, sehingga osteoporosis juga disebut sebagai silent disease.

Menurut WHO, osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Mengakibatkan menurunnya kekuatan tulang, meningkatnya kerapuhan tulang dan risko terjadinya patah tulang. Osteoporosis juga merupakan penipisan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Ada beberapa jenis osteoporosis yang perlu diketahui, yaitu:

1. Osteoporosis primer (Postmenopause Osteoporosis)

Seringnya terjadi pada wanita pascamenopause, biasanya disebabkan oleh pengaruh hormonal yang tidak seefektif biasanya. Hormon estrogen yang berfungsi melindungi tulang dalam tubuh menjadi berkurang jumlahnya. Osteporosis ini disebut osteoporosis postmenopausal dan pada pria usia lanjut, terjadi karena berkurangnya kalsium akibat penuaan usia. Osteoporosis yang banyak dialami para pria ini disebut osteoporosis senilis.

2. Osteoporosis sekunder

Disebabkan oleh penyakit tertentu, gangguan hormonal dan juga gaya hidup negatif seperti konsumsi alkohol berlebihan, rokok, kafein dan kurangnya aktivitas fisik. Osteoporosis ini bisa terjadi pada orang yang masih muda (anak dan remaja)

Osteoporosis sekunder yang berkaitan dengan penyakit juga ditemukan pada rang yang mengidap penyakit cushing disease (kelainan hormon karena tingginya kartisol dalam darah), hipertiroid (kelebihan hormon tiroid), hiperparatiroid, gangguan ginjal kronis, anoreksia nervosa dan beberapa penyakit lain.

Sayangnya pengobatan yang diberikan untuk mengobatinya justru meningkatkan risiko terkena osteoporosis, dan aktivitas fisik justru bisa menimbulkan rasa sakit dan memparah penyakitnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline