Lihat ke Halaman Asli

Nazih Kahfi

Mahasiswa

Pentingnya Keharmonisan Keluarga dalam Perkembangan Mental Anak

Diperbarui: 19 April 2021   21:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

FITK UIN WALISONGO

Nazih Sadatul Kahfi (1903016105)

PAI 4 C 

Pentingnya Keharmonisan Keluarga Dalam Perkembangan Mental Anak

A. Pendahuluan

Keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak memiliki peran penting dalam perkembangan mental anak. Keluarga juga sebagai tempat bagi anak untuk mengungkapkan segala keluh kesahnya. Dalam keluarga yang lengkap akan terdapat bapak, ibu dan anak yang tinggal dalam satu rumah, dan di rumah tersebutlah mereka akan membagi kasih sayang dan perhatian. Keluarga juga merupakan media awal anak mengenal lingkungan, dari mana ia beranjak untuk mengadakan eksplorasi dan menemukan sifat, sikap dan kemampuannya dalam membedakan berbagai objek di dalam lingkungannya. Interaksi antara lingkungan dan faktor pewaris akan berlanjut dalam tumbuh kembang anak dan fungsi keluarga adalah terutama membangun komunikasi dua arah dalam keterlibatan mental, sosial, emosional, dan mengatasi berbagai masalah anak-anaknya.

Akan tetapi tidak setiap keluarga dapat menjaga keharmonisan keluarganya. Contoh kecilnya. Di Indonesia terdapat banyak kasus perceraian yang mengancam mental anak-anak mereka. Seperti Kondisi rumah tangga yang broken sering anak-anak mengalami depresi mental (tekanan mental), sehingga tidak jarang anak-anak yang hidup dalam keluarganya yang demikian cenderung akan berperilaku sosialnya jelek. Jadi salah satu penyebab anak-anak yang mengalami tekanan mental adalah karena faktor broken home keluarga mereka. Pada esai kali ini penulis akan mencoba mengaitkan pentingnya keharmonisan dalam keluarga terhadap perkembangan mental anak

B. Pembahasan dan Solusi

Prinsip perkembangan berlangsung sepanjang hayat, dimulai sejak masa pertemuan sel ayah dengan ibu dan berakhir pada saat kematiannya. Perkembangan individu manusia bersifat dinamis, perubahannya kadang-kadang lambat tetapi bisa juga cepat, hanya berkenaan dengan salah satu aspek atau beberapa aspek berkembang serempak. (Elfi Yuliana Rochmah, 2014) Dari beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa prinsip perkembangan, Antara lain adalah berikut ini;

  • Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan spek-spek tertentu tetapi semua aspek. Perkembangan aspek-aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedang aspek yang lainnya tersembunyi.
  • Setiap individu memiliki kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam segi itu sangat cepat, sedangkan kemampuan lainnya kurang dan perkembangannya lambat, walaupun individu pada umumnya berada pada situasi sedang berkembang. Pada aspek lain, kualitas dan kecepatan perkembangannya lain pula.
  • Perkembangan secara relatif beraturan, mengikuti polapola tertentu. Perkembangan suatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya.
  • Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Secara normal perkembangan itu berlangsung sedikit demi sedikit, tetapi dalam situasisituai tertentu dapat juga terjadi lompatan-lompatan atau bahkan kemacetan.
  • Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke arah yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Perkembangan dimulai dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan yang bersifat umum.
  • Secara normal perkembangan individu mengikuti seluruh fase, tetapi karena faktor-faktor khusus, fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat.
  • Sampai pada batas-batas tertentu, perkembangan sesuatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat.
  • Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya.
  • Pada saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu, perkembangan pria dan wanita berbeda 

Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis-otomatis, sebab perkembangan terjadi sangat bergantung pada beberapa faktor secara simultan. Faktorfaktor tersebut adalah berikut ini:

  • Faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan).
  • Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan.
  • Kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis.
  • Aktifitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kapanpun seleksi, bisa menolak, atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri.
  • Ketentuan Tuhan (takdir Ilahi). (Elfi Yuliana Rochmah, 2004)

Dalam mencoba segenap potensialitasnya tersebut, anak memiliki pengalaman belajar untuk menuju matang, dalam hal ini anak sejatinya membutuhkan pendidikan yang ada di dalamnya bimbingan, latihan, pengarahan, pembiasaan, dan pembinaan, sehingga perkembangan anak diharapkan memiliki kematangan dengan adanya proses pematangan tersebut. Namun begitu, semuanya tak lepas dari ketentuan yang telah digariskan oleh Tuhan. Manusia dalam hal ini wajib berusaha dan berdo’a.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline