Lihat ke Halaman Asli

Nasywa Ibtisamah

manusia berjuta asa

Jadi Artis Itu Enak!

Diperbarui: 12 Januari 2019   21:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Iustrasi dua sisi

Siapa yang nggak setuju dengan judul artikel ini?

Jadi artis itu nggak ada kurangnya. Duit banyak, populer, senyum doang fans pada teriak-teriak, dapet prioritas dan kelebihan-kelebihan lain yang nggak bisa dirasakan masyarakat tanpa embel-embel artis. Hitung aja, satu orang artis bisa diperhatikan berapa orang. Stylish, hair stylish, make up artist, asisten, manajer, dan supir. 

Tinggal panggil doang, udah banyak yang nyamperin. Kalo mau kerjasama sama brand, tinggal sebut nama dan otomatis mereka setuju. Mau bikin bisnis, tinggal post di Instagram dan semua orang bisa tahu. Nggak sesusah rakyat biasa yang harus meyakinkan venture capital untuk mau memberi dana. Promosi sana-sini. Membakar duit untuk mendapatkan traffic pengunjung, biar brand kita naik Namanya.

Nah, tapi ada satu hal yang kita lupa bahwa mereka itu juga manusia. Kita -- fans red -- seringkali menganggap bahwa keenakan-keenakan mereka itu karena fansnya.

"kalo nggak ada fans, dia gabisa sebesar itu."

"Yang beli produknya dia juga fans-fansnya."

Dan celotehan-celotehan netizen lainnya. Benar memang, kalo seseorang itu bisa naik Namanya karena peran fans. Cuman, apakah peran kita sebesar itu? Coba liat, berapa banyak artis yang Namanya naik, dikenal banyak orang, mendirikan fanbase dan tidak lama kemudian, dia menghilang. 

Entah kemana. Karena dia nggak pernah memberikan sesuatu baru yang bisa dinikmati orang lain. Fans memang penting, tapi kita tidak bisa semena-mena dan menjudge bahwa orang lain bisa besar dan bertahan karena tangan dingin para fans.

Coba kita lihat perjuangan artis dengan banyak fans, sebut saja Dian Sastro. Siapa yang nggak kenal Dian? Pemeran Ada Apa dengan Cinta dengan wajah yang seolah-olah tidak pernah menua. 

Doi udah punya dua anak bok, dan wajahnya gitu-gitu aja nggak berubah. Salah satu alasan, kenapa dia bisa bertahan sampai segitu lamanya karena ia mengerti bahwa harus ada sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang. Nggak Cuma fans AADC yang bilang kalo film itu bagus. Tanyaklah sama bapak ibu yang generasinya jauh diatas Dian, gimana kualitas bermain peran Dian.

Kok bisa ya, ada orang yang bisa sesempurna Dian Sastro. Cakep, jadi artis yang tentunya kantong tebel, dan pinter. Nah, tapi gimana sih tanggepan Dian Sastro terkait pekerjaan seorang artis? Ternyata, jadi artis tidak seenak itu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline