Lihat ke Halaman Asli

Nara Ahirullah

TERVERIFIKASI

@ Surabaya - Jawa Timur

Saran Urus Sampah di Malioboro untuk Pemkot Yogya

Diperbarui: 24 Desember 2021   12:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tempat sampah di Kawasan Wisata Malioboro dan sekitarnya yang berisi sampah campur. (Dokumentasi pribadi)

Untunglah semua orang yang berseliweran di Malioboro mengenakan masker. Jika tidak, mereka akan mencium bau tak sedap lindi sampah dari tempat sampah yang isinya dikeluarkan petugas.

Sampah yang ada di tempat-tempat sampah sepanjang Jl. Malioboro itu tercampur antara sampah organik dan anorganik. Persenyawaan keduanya menyebabkan proses fermentasi yang menghasilkan metan dan lindi. Keduanya menyebabkan bau yang amat tidak sedap.

Sampah bercampur yang ada di tempat-tempat sampah Malioboro menyebabkan bau tak sedap. (Dokumentasi pribadi)

Jika diperhatikan lebih dekat, semua tempat sampah yang berbentuk persegi itu sudah tertera tanda-tanda. Ada tanda logo recycleable/daur ulang (lihat Gambar 1), tanda gambar mirip wadah minum dengan sedotan (lihat Gambar 2), dan tanda logo not recycleable/tidak daur ulang (lihat Gambar 3). Namun, isinya tetap saja bercampur.

Gambar 1. Tempat untuk sampah yang bisa didaur ulang. (Dokumentasi pribadi)

Gambar 2. Tempat untuk sampah sisa minuman dan sedotannya. (Dokumentasi pribadi)

Gambar 3. Tempat untuk sampah yang tidak bisa didaur ulang. (Dokumentasi pribadi)

Mengapa ini terjadi?

Jawaban pertanyaan itu akan sekaligus menjadi saran pada Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, agar dapat mengelola sampah secara baik, benar, dan sesuai regulasi. Pola pengelolaan sampah sesuai regulasi pasti akan bersifat menyeluruh, sistematis, dan berkelanjutan.

Rencanakan Edukasi-Sosialisasi Masif

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline