Lihat ke Halaman Asli

Nadia Eka

Mahasiswi

Berpijak di Negeri Seberang, Hati dan Jiwa Kami Tetap Merah Putih

Diperbarui: 28 November 2018   09:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

photo pribadi


Hallo teman-teman seperantauan, dimana saja kalian berpijak saat ini, entah sedang menimba ilmu ataupun bekerja di negeri seberang.

Nasib kita sama, kadang rindu ini menetap, sebelum pulang ke negeri tercinta .. INDONESIA!!

Kali ini saya ingin berbagi tentang rasa bangga. Ya, perkenalkan, saya adalah salah satu mahasiswi yang sedang belajar di negeri orang (Malaysia). 1 tahun sudah saya menjalani pendidikan di salah satu kampus disini. Naif rasanya jika saya tak mengaku bahwa tetap rindu masakan ibu, serta teman-teman di kampung halamanku

.Satu tahun pula banyak cerita yang telah saya lalui, bagaimana menempatkan diri dan terbiasa lebih mandiri. Setelah ku disibukkan dengan kegiatan kuliah, hingga tiba akhirnya.. tahun ini Indonesia diminta tampil untuk acara ICN (International Cultural Night) 2018 di kampus saya. Sesuai namanya, ini adalah acara kebudayaan, setiap mahasiswa yang belajar disini diminta untuk memperkenalkan budaya negaranya masing-masing. 

Meski sejujurnya mahasiswa Indonesia hanya hitungan jari yang ada dikampus ini, hanya sekitar 13 orang. Namun itu tak mematahkan semangat nasionalisme kita, karena kita percaya, kalau disitu ada niat pasti akan ada jalan keluarnya. Karena ini pertama kali Indonesia tampil di acara kampus ini, kami tak ingin mengecewakan negara kita, karena kita pasti mampu.

Hingga akhirnya kita memeberanikan diri untuk mendaftarkan nama INDONESIA sebagai salah satu pengisi acara untuk kegiatan tersebut. Tak semudah itu, kita juga melalui proses audisi, karena dari berbagai negara yang ingin menampilkan budayanya, tetap hanya akan diambil sekitar 13 negara yang ikut serta.

 Dari masa-masa latihan yang sangat padat disamping kegiatan wajib kuliah kita, hanya dalam kurang lebih 1 bulan untuk mempersiapkan semuanya, kita yang mencoba mendapatkan kostum untuk acara tersebut, semua yang serba mepet, kita terkekang waktu, dan terombang-ambing rasa gelisah. Waktu terus berjalan, hingga mendekati hari H, akhirnya tiba saatnya untuk bertawakal dan ikhlas untuk hasil yang akan kita lakukan pada hari itu.

Kita akan menampilakan fashion show mengenakan baju adat minang, dan untuk performance kita akan membawakan tari ramayana ( kisah cinta Rama dan Shinta) dari Yogyakarta. Sampai hari yang dinanti-nanti itu tiba, kita menyiapkan semuanya, dan berdoa agar dapat mengharumkan nama bangsa, Indonesia patut bangga, karena mereka kaya akan budaya. 

Para pemuda Indonesia harus tau cara melestarikan budayanya. Kakiku mungkin berpijak disini, namun semangat merah putihku tak luntur oleh waktu. Dan akhirnya dengan semua usaha yang kita lakukan, Tuhan menjawab semuanya, Tuhan mengerti.. bahwa kemenangan tak akan tertukar, bahwa lelah akan terbayar..

Indonesia memenangkan the best costume (nomor 2) untuk fashion walk, dan juga keseluruhan best costume semua team (INDONESIA). Kita pulang membawa 2 kemenangan, dan telah bersaing dari 13 negara yang ada. 

doc.pribadi

Hello para pemuda Indonesia yang ada di penjuru dunia manapun.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline