Lihat ke Halaman Asli

Muh Rafli

Mahasiswa

Peran Chat GPT sebagai Solusi Efektif Mahasiswa Dalam Menghadapi Tantangan Akademis

Diperbarui: 2 April 2024   13:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber : Edweek.org 

Ilmu pendidikan dan teknologi mengalami banyak sekali perkembangan dibandingkan 10 atau 15 tahun lalu. Perkembangan ini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari, salah satu manfaatnya dapat dirasakan pada bidang pendidikan. Pembelajaran yang sebelumnya identik dengan pembelajaran tatap muka kini mampu dilakukan dengan menggunakan bantuan teknologi digital dan platform online melalui gadget yang kita miliki. Melalui platform ini, pembelajaran dapat dilaksanakan dimanapun dan kapanpun. Awal mula banyak dilaksanakan pembelajaran online adalah pada saat terjadinya pandemi Covid-19. Sehingga platform-platform online, seperti google classroom, google meet, zoom banyak digunakan dalam menanggulangi penularan kasus Covid-19.

Seiring berjalannya waktu, meskipun pandemi Covid-19 sudah mereda akan tetapi dampak yang ditinggalkannya masih terasa, terutama dalam bidang pendidikan yang masih banyak menggunakan platform pembelajaran online dalam membantu proses belajar mengajar. Selain itu, memasuki revolusi industri 5.0 banyak kecerdasan buatan yang tengah dikembangkan. Salah satu yang sedang ramai diperbincangkan  di kalangan pendidikan adalah chat GPT.   

Chat GPT (Generative Pre-trained Transformer) adalah kecerdasan buatan yang berasal dari AI yang mampu untuk melakukan interaksi dalam sebuah percakapan teks. Sebagai pengguna internet tentu kita tidak asing dengan salah satu bentuk kecerdasan buatan ini. Dalam perkembangannya, chat GPT banyak digunakan sebagai asisten pribadi yang mampu untuk membantu mencari informasi terkait suatu hal, bahkan tidak hanya itu, chat GPT juga bisa digunakan dalam membantu membuat sebuah karya tulis dan sebagai pendamping dalam mengerjakan suatu tugas. Berdasarkan hasil survei Populix ChatGPT merupakan aplikasi AI yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tercatat, sebanyak 52% responden telah menggunakan platform AI generatif tersebut. Penggunanya pun dari berbagai kalangan salah satunya adalah mahasiswa.

Dalam menghadapi era digital seperti saat ini, mahasiswa banyak dihadapkan oleh tantangan akademis, mulai dari materi pembelajaran yang semakin kompleks, jadwal yang padat, dan tekanan dari tugas yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, banyak mahasiswa yang menggunakan bantuan chat GPT untuk membantu menyelesaikan tugas serta tantangan yang didapat semasa perkuliahan. Dengan adanya chat GPT, mahasiswa mampu untuk mencari solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan di Stanford University, Amerika Serikat menunjukkan sebanyak 17 persen mahasiswa menggunakan teknologi tersebut untuk ujian akhir.

Dengan maraknya penggunaan chat GPT oleh mahasiswa, tentunya hal ini sedikit banyak akan memberikan dampak bagi mahasiswa itu sendiri. Beberapa dampaknya ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan.

  • Dampak Positif :

1.  Akses yang mudah dan cepat terhadap informasi : Chat GPT mampu memberikan informasi yang luas sehingga membantu mahasiswa untuk mencari jawaban yang relevan dan efisien terhadap permasalahan yang tengah dihadapinya.

2. Meningkatkan efisiensi dalam belajar : Dengan adanya chat GPT, mahasiswa mampu untuk memperoleh jawaban dengan waktu yang singkat sehingga mampu untuk menghemat dan meningkatkan efisiensi waktu bagi mahasiswa.

3. Membantu meningkatkan keterampilan dalam penulisan : Dengan chat GPT, mahasiswa mampu untuk memeriksa ejaan yang benar dan mampu untuk meminta saran terkait cara menulis sebuah karya tulis sehingga akan mengasah keterampilan mahasiswa dalam membuat sebuah tulisan.

4. Membantu mengembangkan suatu ide : Chat GPT dapat membantu dalam merekomendasikan terkait ide pembelajaran atau tugas proyek sehingga mampu untuk memberikan sebuah gambaran terhadap mahasiswa terkait ide yang tengah dikembangkan oleh mahasiswa.

  • Dampak Negatif :

1. Ketergantungan yang berlebihan : Jika seorang mahasiswa terlalu bergantung pada chat GPT, maka mereka akan kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis dan cenderung untuk memilih untuk menyelesaikan tugas dengan cepat tanpa tahu esensi dari tugas tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline