Lihat ke Halaman Asli

Muhammad YusufHamka

Akun ini hanya untuk orang yang ingin membaca dengan tulus

Ketika Wahyu Tuhan Dijadikan Pedoman yang Menyelamatkan

Diperbarui: 26 Januari 2022   21:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Apakah kalian merasakan? di masa pandemi saat ini, semua bidang -- bidang penunjang kehidupan sedang mengalami keruntuhan masal. Khususnya pada bidang ekonomi yang semua negara kena dampaknya dari pandemi ini. Sebab karenanya masyarakat kalangan bawah adalah masyarakat yang paling terkena dampaknya, terlebih lagi bagi mereka yang sudah tua dan disabilitas, pasti saat ini mereka sedang mengalami kesusahan hidup yang luar biasa.

Islam mempunyai turunan arti aslama, yaslimu, islaman, yang berarti keselamatan. Dengan arti islam ini, seharusnya Ketika pemeluk agama islam yaitu muslim berada di suatu tempat, maka mereka (kaum muslim) akan membawa keselamatan di tempat tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al -- Anbiya ayat 107

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Artinya apa? Seorang muslim yang menjunjung tinggi ajaran Nabi Muhammad SAW harus menjadi menyebarkan rahmat atau cinta dan kasih kepada seluruh manusia, bahkan bukan hanya manusia tetapi juga hewan, tumbuhan, lingkungan dan keseluruhannya yang muslim tinggali. Sungguh sangat mulia misi Allah menurunkan Nabi Muhammad di bumi ini.

Dengan adanya masa sulit saat ini, muslim seharusnya menerapkan ajaran utama dalam agamanya, yaitu menyebarkan rahmat. dan manifestasi dari rahmat yang saat ini sangat amat dibutuhkan adalah pemberdayaan ekonomi bagi yang terkena dampak pandemi ini.

Ditambah lagi dengan ancaman dari surat Al -- Maun yang menyebutkan bahwa orang yang mendustakan agamanya ialah orang yang tidak menyantuni anak yatim dan orang miskin. Hal ini membuat masa sekarang ini, khususnya kepada kaum muslim yang memiliki kelebihan secara ekonomi terkena hukum sangat -- sangat wajib untuk menggunakan kelebihan Itu dalam rangka membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi ini.

Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA dengan program pemberdayaan masyarkatnya melalui mata kuliah Kemuhammadiyahan sudah menerapkan wahyu tuhan ini. Dimana dalam setiap mahasiswa yang ingin lulus mata kuliah ini, mereka harus mencari, mengidentifikasi, dan mengeksekusi salah satu kaum dhuafa dengan bantuan kategori produktif atau karitatif. 

Produktif berarti memberi bantuan berupa sesuatu yang memberikan keproduktifan, misal membuat target dhuafa menjadi punya usaha. Karitatif berarti memberi bantuan berupa sembako, atau kebutuhan pokok lainnya kepada kaum dhuafa.

Penulis pun sedang (saat tulisan ini dibuat) menjalani tugas dari mata kuliah ini, terlepas dari hukum wajibnya bagi yang mampu, cara yang dilakukan oleh pihak kampus benar -- benar untuk membangun kesadaran mahasiswa tersebut dan juga seluruh aspek masyarakat yang melirik program ini. 

Walau kami para mahasiswa belum mampu secara finansial untuk memberi bantuan kepada kaum dhuafa, tetapi kami diajarkan untuk tetap membantu walau belum mampu. 

Para mahasiswa ditugaskan untuk membuat proposal dan grafis dari target dhuafa yang mereka ingin bantu. Ditambah lagi ada peraturan yang mana tidak membolehkan para mahasiswa meminta bantuan kepada orang tuanya dan juga tidak diperbolehkan menggunakan dana pribadi, ini dapat membangun kemandirian mahasiswa secara drastis.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline