Lihat ke Halaman Asli

M. Jojo Rahardjo

Penulis ratusan artikel dan video seputar perkembangan neuroscience dan kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan.

Fenomena Zikir Berjamaah Ustaz Arifin Ilham

Diperbarui: 24 Mei 2019   03:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pimpinan Majelis Az-Zikra Arifin Ilham (berbaju putih, pegang mikrofon), saat memberikan ceramah dan doa bersama di Makorem 061 Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/5/2017).(KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Ustaz Arifin Ilham, seorang tokoh zikir baru saja wafat. Ustaz Arifin wafat karena menderita kanker kelenjar getah bening. Tentu banyak yang kehilangan, karena tak banyak yang bisa memimpin kegiatan zikir berjamaah hingga banyak orang meneteskan air mata hingga berderai-derai. 

Kegiatan zikir berjamaahnya selalu diikuti oleh banyak orang. Banyak yang merasa hidupnya menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan zikir berjamaah ustaz Arifin.

Prof. Dr. Dadang Hawari terkenal sebagai psikiater yang tidak asing lagi di kalangan pemerintahan, ilmuwan, agamawan, dan juga masyarakat awam menyebut zikir merupakan bentuk komitmen keagamaan seseorang yang menjadi unsur penyembuh penyakit atau sebagai psikoterapeutik yang mendalam. 

Zikir juga merupakan terapi psikoreligius yang dapat membangkitkan rasa percaya diri seseorang serta optimisme. Prof. Hawari kerap menjadi narasumber berbagai media massa nasional untuk berbagai kasus dari tinjauan psikologi.

Ustaz Arifin memang sebuah fenomena yang unik di Indonesia. Belum pernah sebelumnya kegiatan zikir berjamaah dihadiri oleh ratusan orang dan di tempat terbuka. Sementara itu di Eropa dan Amerika juga muncul kegiatan meditasi berjamaah di tempat umum atau terbuka yang dihadiri banyak orang.

Fenomena meditasi berjamaah

Meditasi banyak diteliti oleh para pakar neuroscience 2 dekade terakhir ini. Berkat teknologi modern yang berkembang alat-alat seperti fMRI dan EEG telah melihat manfaat meditasi sebagai berikut:

1. Meditasi MBSR (Mindfulness-Based Stress Reduction) menambah volume otak di bagian hippocampus. Bagian otak ini bertanggungjawab pada kemampuan belajar, memori, dan pengaturan emosi.

2. Meditasi ini juga menurunkan volume amygdala yang sebagaimana kita ketahui sebagai bagian otak yang menghasilkan rasa takut, kecemasan dan stress atau emosi negatif. Kita tahu juga saat kita memiliki emosi negatif atau kondisi stress juga depresi yang berlarut-larut mempengaruhi daya tahun tubuh atau kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat menimpa kita.

3. Obat anti depresi memiliki nilai 0,3, sementara itu meditasi juga memiliki nilai yang sama. Namun mesti diingat obat anti depresi memiliki efek samping, sementara meditasi tidak memiliki efek samping.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline