Lihat ke Halaman Asli

Mira Miew

TERVERIFIKASI

ASN di Purwakarta yang jatuh hati dengan dunia kepenulisan dan jalan-jalan

Mengatasi Kecemasan di Saat Hidup Sendirian

Diperbarui: 13 Juli 2021   11:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi cemas| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Pandemi mengubah segalanya termasuk pola pikir, kebiasaan bahkan bisa menambah stres bahkan bisa membuat depresi.

Sebelum pandemi, saya merasa santai meskipun harus hidup sendirian dan jauh dari keluarga. Jika ditanya bagaimana rasanya hidup sendirian, saat itu saya pun menjawab saya bahagia meskipun hidup sendiri. 

Sebelum pandemi, bebas kemanapun ingin pergi atau jalan-jalan. Bebas ketemu ataupun main ke rumah teman maupun saudara.

Sebelum pandemi, sakit flu bahkan batuk pun masih bisa bekerja. Bahkan selama tidak parah namun kantor membutuhkan tenaga, kita pun tetap bekerja.

Tapi lain dulu lain sekarang. Lain sebelum pandemi dan selama pandemi.

Semuanya berubah ketika pandemi. Khususnya disaat ini yang semakin meningkat jumlah kasusnya.

Sekarang demam, flu, dan batuk saja dilarang masuk ke kantor dan istirahat di rumah. Harus melakukan minimal swab antigen dulu baru bisa bekerja kembali.

Untuk jalan-jalan atau travelling saja sudah tidak ada keberanian apalagi ketika persyaratan perjalanan harus ada hasil PCR ataupun swab antigen yang membuat biaya perjalanan naik berkali-kali lipat. Mau mudik pun dipikir-pikir lagi meskipun kerinduan kumpul dengan keluarga di hari raya sering kali tidak bisa tertahan.

Namun ada hikmah di masa pandemi ini. Kita jadi lebih menyayangi diri kita sendiri dengan berusaha agar menjaga tubuh kita tetap sehat. Pandemi telah mengubah pola hidup masyarakat kita. 

Sebelum pandemi kita makan dan jajan apa saja. Sekarang makanan yang dimakan adalah makanan yang sehat. Dulu sebelum pandemi, kita jarang berolahraga namun di masa pandemi jadi semakin rajin olahraga.

Karena kasus Covid-19 yang makin meningkat, tentunya membuat masyarakat kita menjadi ketakutan dan sangat waspada sehingga kita menjaga betul diri sendiri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline