Lihat ke Halaman Asli

Apakah Merkantilisme Masih Relevan?

Diperbarui: 15 Maret 2023   00:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Merkantilisme adalah sistem ekonomi perdagangan yang berlangsung dari abad ke-16 hingga abad ke-18. Merkantilisme didasarkan pada prinsip bahwa kekayaan dunia bersifat statis, dan oleh karena itu, pemerintah harus mengatur perdagangan untuk membangun kekayaan dan kekuatan nasional mereka. 

Banyak negara Eropa berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin bagian dari kekayaan tersebut dengan memaksimalkan ekspor mereka dan membatasi impor mereka melalui tarif Merkantilisme adalah bentuk nasionalisme ekonomi yang berusaha meningkatkan kemakmuran dan kekuatan suatu negara melalui praktik perdagangan yang membatasi. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pasokan emas dan perak suatu negara dengan ekspor dan bukan mengurasnya melalui impor. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung lapangan kerja dalam negeri.

Merkantilisme memiliki beberapa karakteristik penting.
1. Kepercayaan pada Sifat Kekayaan yang Statis
Kekayaan finansial dianggap terbatas (karena kelangkaan logam mulia). Negara-negara yang mencari kemakmuran dan kekuasaan perlu mengamankan kekayaan sebanyak mungkin, dengan mengorbankan negara lain.

2. Kebutuhan untuk Meningkatkan Pasokan Emas
Emas mewakili kekayaan dan kekuasaan. Emas dapat membiayai tentara, eksplorasi pelayaran untuk sumber daya alam, dan memperluas kerajaan. Emas juga dapat melindungi dari invasi. Kekurangan emas berarti keruntuhan sebuah negara.

3. Kebutuhan untuk Mempertahankan Surplus Perdagangan
Hal ini merupakan bagian integral dari membangun kekayaan. Negara-negara perlu fokus pada penjualan ekspor mereka (dan mengumpulkan pendapatan yang terkait) lebih banyak daripada pengeluaran untuk impor (dan mengirim emas ke luar negeri).

4. Pentingnya Populasi yang Besar
Populasi yang besar mewakili kekayaan. Meningkatkan populasi suatu negara merupakan bagian integral untuk memasok tenaga kerja, mendukung perdagangan domestik, dan memelihara tentara.

5. Penggunaan Koloni untuk Mendukung Kekayaan
Beberapa negara membutuhkan koloni untuk bahan mentah, pasokan tenaga kerja, dan cara untuk menjaga kekayaan tetap dalam kendalinya (dengan menjual produk yang dihasilkan oleh bahan mentah yang mereka miliki). Pada dasarnya, koloni meningkatkan kekuatan pembangunan kekayaan dan keamanan nasional suatu negara. 

Para pengkritik merkantilisme percaya bahwa pembatasan perdagangan internasional meningkatkan biaya, karena semua impor, terlepas dari asal produk, harus dikirim oleh kapal-kapal Inggris. Hal ini secara radikal meningkatkan biaya barang bagi para koloni, yang percaya bahwa kerugian dari sistem ini lebih besar daripada manfaat berafiliasi dengan Britania Raya.

Akibatnya, banyak yang percaya bahwa negara harus mengizinkan para pedagang terkemuka untuk menciptakan monopoli dan kartel eksklusif yang dikendalikan pemerintah. 

Pemerintah menggunakan peraturan, subsidi, dan (jika diperlukan) kekuatan militer untuk melindungi perusahaan-perusahaan monopoli ini dari persaingan dalam dan luar negeri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline