Lihat ke Halaman Asli

Mike Reyssent

TERVERIFIKASI

Kejujuran Adalah Mata Uang Yang Berlaku di Seluruh Dunia

Sang Pemersatu Bangsa...

Diperbarui: 12 Juli 2015   12:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam hidup manusia selalu mendambakan kemenangan. “Hidup adalah milik para pemenang”, itu adalah sebuah kalimat untuk me motivasi diri. Dalam kompetisi apapun, entah dalam realita kehidupan, dalam olahraga dan dalam kompetisi lainnya, setiap orang ingin meraih kemenangan dengan cara apapun. Seperti yang pernah di cuit oleh Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, “Seakan hidup ini hanya milik para pemenang dg cara apapun meraihnya.” Jadi, apapun caranya, bagaimanapun jalannya, orang akan berusaha untuk mencari kemenangan.

Tapi bagaimana jika ada kemenangan dan kehebatan justru membawa bencana bagi diri sendiri dan keluarga? Bahkan, yang lebih ektrem lagi justru kehebatan dan kemenangan itu diraih dalam peperangan yang menetukan bangsa dan negara. Apa pernah terpikir seperti itu?

Ketika ingin menuangkan kisahnya dalam tulisan ini, dalam beberapa hari ini saya pikir terus, karena kisah yang akan saya tulis di bawah ini, adalah sebuah kisah nyata tentang kehebatan seorang Laksamana Belanda! Ada keraguan dan rasa gimana gitu. Karena, sebagai bangsa Indonesia, saya juga masih merasakan pahitnya, ketika bangsa kita dijajah oleh Belanda. Dan saya juga turut prihatin manakala mengingat korban perang kemerdekaan yang sangat banyak dalam upaya mengusir penjajah.

Tapi, setelah saya pikir lagi, biarlah, toh isu penjajah Jepang atau Belanda sudah bukan lagi sebagai isu yang sensitif jika dibanding dengan isu Tionghoa atau China (yang bukan penjajah). Buktinya sudah banyak juga tulisan yang menceritakan kehebatan orang Jepang. Jadi saya putusin untuk menulis kisah heroik seorang Laksamana Belanda, yang dituangkan dalam film berjudul “Admiral : Michiel de Ruyter”

Sebelumnya mohon maaf, tulisan ini tidak ada maksud apa apa, saya cuma ingin kita melihat tentang sosok seorang Laksamana yang gagah berani, tanpa berpolitik, hanya murni ingin membela negeri dan keluarganya...

*****

Film ini bergenre biografi dan histori, berlatar belakang peperangan antara Belanda, Inggris dan Perancis yang terjadi pada abad ke 17. Disutradarai oleh Roel Reine dan diproduksi oleh Klaas de Jong, dan “hanya” menelan biaya produksi 8 juta Euro saja. Dirilis pada 29 Januari 2015, di Belanda, tapi sampai saat ini belum juga dirilis di Amerika.

Karena sangat kecil kemungkinan bisa diputar di bioskop tanah air, maka saya akan menceritakan lebih detail tentang film itu. Jadi tulisan ini mungkin panjang, mudah mudahan ga ngebosenin bacanya...

Diceritakan dalam film yang berdurasi 151 menit itu, Michiel de Ruyter, adalah orang Belanda berpangkat Mayor, berada dikapal yang sedang perang dengan pasukan Inggris.

Untuk pertama kali, armada Belanda terlibat perang dagang di Heijde (Ter Heijde) dengan armada Inggris, pada Agustus 1653. Saat itu posisi kapal kapal Belanda sudah dalam keadaan terjepit, namun berkat aksi heroik dan cerdas dari Michiel, akhirnya armada Belanda bisa berbalik menghajar pasukan Inggris.

Walaupun mereka bisa memukul mundur pasukan Inggris, pasukan Belanda harus membayar mahal kemenangannya, karena mereka kehilangan pemimpin yang sangat ditakuti lawan dan dihormati seluruh anak buahnya, yaitu Laksamana Maarten Tromp (diperankan oleh Rutger Hauer).

Sebuah pesan penting dari Laksamana Maarten Tromp untuk Michiel de Ruyter.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline