Lihat ke Halaman Asli

Merza Gamal

TERVERIFIKASI

Pensiunan Gaul Banyak Acara

Perkembangan Pariwisata Halal Spanyol

Diperbarui: 20 Juni 2022   14:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Image: Kontribusi Spanyol dalam Pariwisata Hala Global (Source: Kongres Halal Internasional 2022)

Dalam Kongres Halal Internasional 2022 yang baru usai diselenggarakan di Bangka Belitung pada tanggal 14-18 Juni 2022, delegasi Spanyol ikut menyampaikan keberhasilan mereka mengembangkan destinasi pariwisata halal yang bukan hanya menarik wisatawan dari negara-negara Muslim, tetapi juga wisatawan dari negara-negara Eropa yang membutuhkan layanan wisata halal dan ramah Muslim.

Kerajaan Spanyol adalah sebuah negara di Eropa Barat Daya dengan bagian wilayah di Samudra Atlantik dan melintasi Laut Mediterania. Bagian terbesar dari Spanyol terletak di Semenanjung Iberia yang wilayahnya juga mencakup Kepulauan Canary di Samudra Atlantik, Kepulauan Balearic di Laut Mediterania, kota-kota otonom Ceuta dan Melilla, dan beberapa wilayah luar negeri kecil yang juga tersebar di sepanjang pantai Maroko di Laut Alboran.

Daratan Spanyol berbatasan di selatan dengan Gibraltar; ke selatan dan timur oleh Laut Mediterania; ke utara oleh Prancis, Andorra dan Teluk Biscay; dan di sebelah barat oleh Portugal dan Samudra Atlantik.

Spanyol memiliki luas 505.990 km2 (195.360 sq mi), merupakan negara terbesar di Eropa Selatan, terbesar kedua di Uni Eropa, dan terbesar keempat untuk benua Eropa. Populasi penduduk Spanyol melebihi 47,4 juta, dan merupakan negara terpadat keenam di Eropa, dan negara terpadat keempat di Uni Eropa.

Ibukota dan kota terbesar Spanyol adalah Madrid; daerah perkotaan besar lainnya termasuk Barcelona, Valencia, Seville, Zaragoza, Mlaga, Murcia, Palma de Mallorca, Las Palmas de Gran Canaria dan Bilbao.

Semenanjung Iberia yang merupakan bagian wilayah terbesar  Spanyol memiliki peninggalan peradaban Islam Al-Andalus Spanyol. Seiring berkembangnya kebutuhan pariwisata hala dan ramah Muslim dua dekade terakhir, membuat wilyah tersebut memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pariwisata halal dan ramah Muslim global.

Selain warisan Islam Andalusia di Al-Andalus, Islam Spanyol kontemporer ikut pula mendukung pengembangan produk halal dan layanan Ramah Muslim di Spanyol dan merangsang kedatangan wisatawan dari negara-negara Muslim dan wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

Konsepp al-Andalus mengacu pada wilayah Semenanjung Iberia di bawah kekuasaan Muslim, yang tersebar antara tahun 711 dan 1492. Al-Andalus mengalami perkembangan di Semenanjung Iberia: pada awalnya, pada abad ke-8, al-Andalus menempati sebagian besar Semenanjung, dan bahkan melampaui Pyrenees sebelum mengalami penurunan progresif, hingga akhir emirat Nasrid Granada pada tahun 1492.

Perkembangan sejarah al-Andalus dapat digambarkan mulai dari Imarah Umayyah dan Khilafah, dilanjutkan oleh Kerajaan Taifa, Dinasti Almoravid dan Almohad, Dinasti Nasrid, diakhiri dengan pengusiran Morisco dan hilangnya Islam secara bertahap di Spanyol.

Namun, seiring waktu, Islam yang seakan tenggelam di Spanyol, kembali menampakkan jati dirinya melalui kehadiran Muslim di Spanyol saat ini dengan jumlah Muslim yang tinggal di Spanyol sekitar 2,1 juta. Muslim yang ada di Spanyol saat ini terdiri dari 1,2 juta migran (58%) dan 879.808 orang tempatan Spanyol (42%).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline