Lihat ke Halaman Asli

Melina

Teknisi Pangan

3 Alasan Kita Tidak Bisa Meniru "DIET" Belajar Teman

Diperbarui: 27 Desember 2022   00:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menyusun rencana belajar. (sumber: Unsplash/Estee Janssens)

Belajar itu ibarat makan. 

Tidak bisa langsung makan dalam jumlah besar karena pasti kekenyangan dan perut akan merasa begah. Juga, tidak cukup makan sekali untuk kenyang sehari, dua hari, seminggu, atau sebulan. 

Karena keterbatasan inilah, kita perlu mengatur pola makan kita atau ber-"diet".

Begitu pula dengan belajar, kita pasti mengalami kejenuhan bila kita melakukan sistem kebut semalam (SKS). Dan, bila kita hanya belajar sekali saja, tanpa pengulangan, maka akan besar resikonya kita akan melupakan apa yang telah kita pelajari. Oleh karena itu, kita perlu menyusun "diet" belajar kita.

Kata "diet" sendiri menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti "aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya".

Menerapkan "diet" belajar yang sesuai ini penting, agar belajar menjadi lebih efektif, efisien, dan memberikan hasil yang maksimal. Alias, nilainya bagus.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, orang yang pintar biasanya adalah orang yang mampu memahami dirinya sendiri dan mampu menyusun "diet" belajar berdasarkan kemampuan mereka tersebut.

Tau dari mana?

Sewaktu kalian belajar, pernah nggak sih kalian merasa iri kepada teman kalian yang jarang belajar tapi selalu dapat nilai yang bagus-bagus?

Lalu kalian pasti berpikir, "Ah, enak ya jadi orang pintar. Belajar sebentar, belajar sedikit, pasti dapat nilai bagus."

Hmm... Kelihatannya keren, kan? Tapi salah besar kalau kalian berpikir seperti ini. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline