Lihat ke Halaman Asli

Khoirul Amin

www.inspirasicendekia.com adalah portal web yang dimiliki blogger.

Kompetensi pada LKS SMK Jatim, dari Jaket Anti Covid hingga Finger Food

Diperbarui: 9 Juni 2021   11:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, saat pembukaan LKS SMK Jatim XXIX 2021 di Gedung Grahadi Pemprov Jawa Timur (dokpri)

SEJUMLAH kreasi hasil kompetensi siswa bermunculan saat LKS SMK Jawa Timur ke-29 tahun 2021 ini. Kreasi ini menjadi karya unggulan baru yang diharapkan bakal trend di kemudian hari.


Kreasi menarik ini didapati pada sejumlah bidang keahlian yang dilombakan. Seperti pada bidang lomba fashion technology, culinary atau landscape and gardening.


Bidang lomba fashion misalnya, peserta LKS harus menyelesaikan baju jaket yang diberi nama jaket Covid. Jaket ini memakai bahan khusus sebagai inner atau furingnya. Uniknya, ada bahan kain yang terbuat dari bahan antimikroba yang dijahit dengan teknik seam sealing, sehingga aman dan tetap modis dipakai.

Jaket anti Covid-19 yang menjadi materi lomba LKS SMK bidang fashion technology (dokpri)

"Peserta harus menyelesaikan dua modul soal. Paling rumit membuat aksen ofnaisel di bagian punggung dan harus menemukan motif pada setiap potongannya" kata Rini Choiria, guru pembimbing peserta dari SMKN 1 Turen, Selasa (8/6).


Modul soal yang dikerjakan ini mendapatkan penilaian tiga juri. Bobotnya, 40 persen pengerjaan pola dan peletakan dan 60 persen teknik menjahit. Sedangkan, skala penilaian akhir 0 sampai 3, dengan nilai tertinggi dikategorikan di atas rata-rata performa industri (skala 2) dan sempurna (skala 3).
Sementara itu, penataan miniatur taman yang begitu apik ditunjukkan para peserta bidang lomba landscape dan gardening. Dengan telaten, tiap peserta mendesain kemudian mengkonstruksi pekerjaan taman sesuai soal LKS SMK Jatim.


Bidang lomba culinary menguji kompetensi peserta dalam membuat makanan 'finger food.' Makanan jenis ini lebih banyak berupa jajanan atau kue yang cara menyantapnya langsung, tanpa alat bantu seperti sendok, garpu dan pisau. Jenis makanan 'finger food' banyak ditemui di negara Ethiopia, dengan tekstur makanan tidak terlalu lembek atau lengket.


Kompetensi bidang culinary ini dinilai mulai dari penyiapan bahan, proses memasak hingga penyajiannya. Peserta bebas berkreasi dengan menambahkan menu resep lain dan dengan topping yang menarik selera.


LKS SMK Jawa Timur 2021 sendiri digelar selama 6-9 Juni 2021, dan diikuti  547 peserta dari 38 Kabupaten/Kota yang bersaing dalam 51 bidang lomba. Rinciannya, terdiri dari 31 jenis lomba bidang teknologi, dan 8 bidang pariwisata. Bidang lomba lainnya, masing-masing 3 bidang bisnis dan manajemen, agribisnis dan agroteknologi, juga kesehatan dan pekerjaan sosial. Sisanya, 2 bidang seni dan industri kreatif serta 1 bidang kemaritiman.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi menegaskan, LKS SMK diselenggarakan tersebar di 38 lokasi  dengan melibatkan juri-juri profesional  dari  industri, asosiasi profesi dan akademisi. Peserta terbaik akan berkesempatan unjuk kompetensinya di ajang serupa tingkat nasional, hingga Asean Skill Contest dan World Skill Contest, yang menjadi ajang kompetisi kompetensi bergengsi SMK tingkat dunia. (*)




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline