Lihat ke Halaman Asli

masrierie

TERVERIFIKASI

sekedar berbagi cerita

Menikmati Traveling Sawah di Bandung Timur

Diperbarui: 25 Januari 2019   15:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Stadion GLBA , Kota Bandung,

sawah, hanya ini yang tersisa ..... ada di Bandung Timur

Kota Bandung sudah jelas   kesohor  berkat kreatifitas kuliner dan artistik puluhan kafe yang instragamable. Belum lagi belanja-belanja modis , dari  produk eksklusif sampai yang  murah meriah, semua ada. Belum lagi tetaman bunga yang  bikin  mata  dan hati betah .

Bandung dengan produk Ekonomi Kreatif, dan Alat Musik Tradisionil , di Jalan Soekarno Hatta Sekelimus| Dokumentasi pribadi


Sudah tahu kan pertokoan dan outlet  yang menjamur di Bandung. Tapi tidak banyak yang tahu kalau  dulu itu sawah-sawah yang bertebaran di Kota Bandung kini mulai tinggal kenang.

Saya pribadi yang lahir dan besar di kota ini,  selalu  rindu pada hening hijaunya masa lalu Bandung. Bayangkan saja, di jalan Cimandiri  yang dikenal dengan Nasi Bakar pertama di Bandung, dulu itu sawah tempat saya bermain. Letaknya kan pas di belakang rumah.

Jalan Suci itu  sawah membentang terus sampai ke ujung timur. Batas kota itu hanya sampai Cicadas alias jalan Jenderal  Ahmad Yani. Perumahan Antapani belum ada, masih sawah juga. Gegerkalong, Ciumbuleuit , Hegarmanah, juga sawah. Sawah sawah, dimana mana sawah.....

Tahun 1993 setelah  sempat tinggal di luar Bandung, saya  kembali ke  kota yang masih saja sejuk. Lumayan, waktu itu  belum ada macet parah  pagi dan senjakala. Masih sejuk, pepohonan, bebungaan, dan sawah-sawah tersisa.

Bandung tahun 1980 an , Taman Cibeunying Bandung, Taman PKK Kota Bandung|Dokumentasi pribadi

Ketika memilih rumah pertamapun , di Bandung Timur,  di pinggiran sawah, seperti cincin yang membingkai rumah-rumah mungil. Pagi selalu diwarnai kicau unggas, siang barisan bebek wek wek, lepas senja  taburan kunang-kunang bak di negeri dongeng, malam cericit  kelelawar dan burung hantu , berbaur lengkingan  orkestra jangkrik.

Rumah BTN murah meriah , dipenuhi cantiknya semesta. Yang jarang ada di pusat kota, kekupu  segala warna, kumbang, congcorang, belalang, walangsangit, sampai ikan-ikan gabus dan ikan sapu-sapu berenang-renang di saluran-saluran irigasi yang bening.

Rasanya damai sekali. Pagi mengajak  bocah menyusuri pematang,petani menggiring kerbau. Benar-benar seru sekali, serasa surut ke masa  silam di pedesaan.

Perumahan Riung Gede tahun 1990an, sekarang sawahnya sudah tiada, foto: koleksi probadi masrierie / sriita1997

Sekarang? Rumah kami bergeser sedikit ke  arah pusat kota, meski masih di sebut kawasan pinggiran.

Ada yang hilang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline