Lihat ke Halaman Asli

MJK Riau

Pangsiunan

Jalan Mendaki Lagi Sulit

Diperbarui: 22 Mei 2018   13:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Jalan Mendaki Lagi Sulit

Ya. Jalan mendaki lagi sulit. Pada bulan ramadhon ini, terbentang jalan yang mendaki lagi sulit. Lho, bukannya bulan Romadhon itu bulan yang penuh berkah, bulan diberikannya ampunan atas dosa dosa, bulan akan dihindarkannya dari siksa api neraka, kok malah mengajak ke jalan yang mendaki lagi sulit.

Benar, bahwa bulan Romadhon itu bulan istimewa, bulan pada saat turunnya Al Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk menuju jalan kebenaran. Bahkan bulan yang memberikan kesempatan bagi kita untuk mendapat karunia malam seribu bulan. Namun untuk mendapatkan itu semua kita harus percaya, bahwa kita harus melakukan ibadah puasa sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan rosul utusan Allah, Nabi Muhammad SAW. Itulah jalan mendaki lagi sulit yang harus kita lalui.

Banyak orang terperangkap kepada menjalankan ibadah puasa hanya sekedar menahan rasa haus dan lapar. Kemudian ramai ramai memakmurkan masjid pada awal-awal puasa, namun sedikit demi sedikit, orang orang merasa baru masuk Islam lalu mengalami kemajuan dalam barisan shaf sholat tarawihnya ? Apakah di tempat anda juga terjadi seperti itu ?

Allah secara masif menjanjikan perode penuh berkah pada sepuluh hari pertama di bulan romadhon. Kita pun beramai-ramai untuk mendapatkan berkah bulan romadhon yang dijanjikan Allah SWT itu. Hampir semua masjid penuh dengan jamaah sholat  taraweh, bahkan mungkin ada masjid yang luber jamaahnya, pada sepuluh hari pertama bulan romadhon. Banyak orang terkena magnit seperti mendapatkan suasana Islam yang asing. Islam yang tidak seperti hari hari biasa. Itulah berkah bulan romadhon. Bulan yang penuh hikmah. 

Bumi seperti betul betul berputar mengikuti Sunnatullah. Orang orang di muka secara bergantian bersujud kepada Illahi Robbi. Allah Penguasa Alam. Allah Gusti Ingkang Hakarya Jagad. Gusti Ingkang Murbeng Jagad. Sangkan paraning dumadi. Tidak ada Jawa, Indonesia, India, Arab, Eropa dan Amerika, secara bergantian bersujud kepada Allah Illahi Robbi.

Berkah Allah SWT menyinari hati hati orang orang beriman untuk mengikuti petunjuk perintah Alllah dan menjauhi Larangan LaranganNya. Barangkali di sana sini, masih muncul pandangan "Geosentris" yang terkadang berujung kepada pandangan "Egosentris" bahkan mengumpul kepada pandangan "etnosentris", "chauvinistic". Hal itu wajar saja, karena Allah SWT Tuhan Yang Maha Adil. Jika memang sebagian orang merasa bahwa pandangannya harus diterima, pandangannya harus diikuti, pandangannya harus dipaksakan, itu manusiawi. Mereka diberikan keleluasaan, diberikan kebebasan memilih, bukan dibully, bukan dicurigai. 

Bahkan kelonggaran itu juga diberikan kepada umat Muhammad. Ya. Umat yang mengikuti tuntunan Muhammad SAW, orang Arab yang mulia itu, orang Arab yang menjadi rosul dan utusan Nya, orang yang memberi berita kepada kita, lewat leluhur kita terdahulu, sungguh tidak terbayang apa jadinya kalo tidak ada orang Arab yang mulia itu. Kelonggaran untuk tetap memilih mengikuti sebanyak mungkin petunjuk Rosul Muhammad SAW, dalam menjalankan ibadah puasa atau sesuai dengan keinginan kita masing-masing. 

Sekalipun bulan romadhon itu bulan yang banyak sekali pahala yang dapat kita peroleh, tetapi kenyataan tidak dapat dipungkiri, bahwa jamaah sholat taraweh di masjid masjid sedikit demi sedikit shafnya makin maju ke depan. Tidak semua orang ingin mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Tidak semua orang ingin memanfaatkan bulan romadhon sebagai bulan untuk mensucikan diri. Tidak semua orang ingin bulan romadhon sebagai bulan untuk menumbuh-kembangkan nafsu muthmainah. 

Godaan nafsu aluamah, nafsu amarah, nafsu sufiah terkadang memang sulit dikendalikan. Keinginan untuk beepuas diri cukup dengan menahan lapar dan haus saja, merasuki jiwa dan pikiran sebagian orang. Bisa karena capek, bisa karena berbukanya luar biasa nikmat, bisa karena memang dunia masih menjadi genggaman. 

Terkadang dalam berhububgan dengan orang lain masih sering muncul untuk merasa cepat sensi, kalau berbeda pendapat. Merasa hilang kendali kalau ada yang berbeda pandangan, sehingga cenderung bertindak di luar kendali. Nafsu amarah memang dapat mendorong tindakan ke luar jalur, jika tidak dikendalikan nafsu muthnainah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline