Lihat ke Halaman Asli

Komitmen Setelah Kepuasan Kerja Itu Lebih Baik

Diperbarui: 20 Oktober 2021   22:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Komitmen dan Kepuasan Kerja (Sumber: Ilustrasi Pribadi)

Mungkin mayoritas manusia di dunia ini pernah berkomitmen untuk dirinya maupun orang lain, lantas apakah itu komitmen ? pernahkah kita mencari tahu esensi dari komitmen itu seperti apa? 

Menurut KBBI komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu, secara bahasa, komitmen adalah suatu sikap setiap seseorang terhadap sesuatu hal, baik itu diri sendiri, orang lain, organisasi, dan lainnya. Komitmen sendiri berbentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat terhadap orang lain, tindakan dan hal tertentu.

Komitmen memiliki banyak latar belakang yang menimbuklkanya, seperti berkomitmen karena rasa suka dengan apa yang dia lakukan, ataupun berkomitmen karena paksaan sehingga takut kehilangan apa yang di cintainya. Jadi pada dasarnya komitmen itu di buat atas dasar melindungi apa yang dicintai dan mencapai apa yang ingin di capai.

Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja

  • Komitmen Kerja

Menurut Robbins "Komitmen Kerja adalah suatu sikap yang merefleksikan perasaan suka atau tidak suka dari karyawan terhadap organisasi". Jadi Komitmen Kerja adalah suatu perasaan yang harus di punyai oleh setiap seseorang, adapun jika seseorang tidak memiliki Komitmen Kerja maka perasaan yang dimilikinya ialah kompeten dan kompeten sendiri hanyalah perasaan setengah hati dalam melakukan pekerjaanya yang memberikan hasil tidak semaksimal dengan performa aslinya. 

Maka bentuk asli dari Komitmen Kerja adalah sebuah penerimaan dari seseorang untuk mendedikasikan loyalitas mereka untuk tujuan perusahaan atau organisasi,  dengan Komitmen Kerja seseorang akan otomatis mencurahkan usaha, pikiran, waktu danperhatianya demi pekerjaanya, sehingga akan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan lingkungan kerjanya, dan hal tersebutlah yang menuntut lingkungan kerja untuk mendapatkan anggota yang berkomitmen lebih dari apapun.

komitmen kerja sendiri memiliki 3 jenis yakni:

  • Komitmen Kerja Afektif.

Yakni sebuah Komitmen yang timbul atas dasar suka dengan apa yang dilakukanya, sehingga seseorang akan bertahan pada suatu pekerjaan karena menginginkanya.

  • Komitmen Kerja Kontinuans.

Adalah sebuah Komitmen Kerja yang didasarkan pada rasio untung rugi, yang mana akan membuat seseorang mempertimbangkan untuk lanjut atau tidak dalam lingkungan kerja tersebut, tergantung rasio yang dipertimbangkanya apakah tetatp bertahan akan menguntungkanya ataupun jika tetap bertahan akan merugikanya maka dari pertimbangan itu sebagai pengambil keputusan, komitmen ini membuat sseorang bertahan dalam lingkungan kerja karena membutuhkanya.

  • Komitmen Kerja Normatif.

Komitmen Kerja ini membuat seseorang bertahan dalam sebuah lingkungan kerja karena di dasari dengan kepercayaan bahwa dia wajib bertahan didalamnya baik dengan terpaksa maupun tidak, senang maupun tidak senang, karena komitmen ini di dasari dengan keyakinan dan moral yang dipercayainya.

Kepuasan Kerja.

Yakni suatu aspek psikologis yang mencerminkan perasaanya terhadap pekerjaanya, maka seseoarang akan merasa puas apabila ada kesesuaian antara keterampilan, kemampuan dan harapan dan sebaliknya akan merasa kecewa jika kesesuaian tersebut tidak terpenuhi. Kepuasan Kerja bagi seseorang sangatlah penting karena dapat mempengaruhi produkifitas dalam lingkungan kerja, selain itu apabila Kepuasan Kerja seseorang tidak terpenuhi maka akan menibulkan beberapa masalah terhadap lingkungan kerja dan orang itu sendiri seperti:

  • turnover ( keluar dari pekerjaan dan mencari pekerjaan baru).
  • berperilaku semena-mena (terlambat, bolos dan membuat kesalahan dengan sengaja).
  • melakukan demonstrasi untuk menganspirasikan ketidakpuasan.

Ada sebuah teori yang dinamakan Equilty teori  yang menjadi indikator keadilan dalam menentukan perasaan Kepuasan Kerja, adapun aspek Equilty teori ialah:

  • Input
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline