Lihat ke Halaman Asli

Mengelana

Diperbarui: 20 Februari 2021   23:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Setiap manusia yang sedang menjalani hidupnya tidak pernah terlepas dari kegiatan mencari, berusaha, bekerja, menikmati, dan memperjuangkan. Semua itu adalah bagian dari siklus dan jika hal itu tidak berjalan maka saya rasa hidup ini sudah mati.

Bukanlah menjadi suatu harapan jika seseorang hidup hanya sebagai benalu kecuali dalam beberapa faktor seperti keadaan lanjut usia, sakit, atau lumpuh. Nah, siklus dari kegiatan kehidupan manusia itu agaknya dapat kita sebut sebagai kegiatan "mengelana".

Mengelana merupakan suatu kata kerja dimana kita dituntut untuk tidak berhenti dalam bertindak. Tentu, tindakan yang menjadi harapan adalah keseluruhan dari tindakan positif yang memang dalam ekspektasi dan realita harus mampu meningkatkan kualitas hidup.

Ada berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mengelana di dalam hidup ini, terlebih di usia muda. Namun memang, mengelana dengan keterbatasan niat adalah hal yang amat sangat menjadi masalah. Bukan menjadi pribadi yang semakin melahirkan hal-hal baru, kita bisa menjadi sumber masalah jika menanamkannya di dalam diri kita.

Ada satu hal baru dan mungkin akan menjadi hal yang permanen dalam hidup saya saat ini terkait bahan dari mengelana. Kegiatan yang saya maksud adalah membaca dan menulis. Ya, merupakan suatu hal biasa dan tentu semua orang bisa melakukannya, "membaca dan menulis". 

Namun yang saya maksud saat ini adalah membaca berbagai sumber bacaan dan kemudian merangkai suatu rangkaian kata dan kalimat baru untuk melahirkan sebuah tulisan yang merupakan karya sendiri. Memang saya tidak begitu hebat, namun saja ingin mencoba serius di bidang ini.

Membaca dan menulis sebenarnya merupakan suatu hal yang simple, mudah dilakukan, namun sulit untuk menjadikannya sebagai kebiasaan jika tak ada niat. Banyak pihak yang menyepelekan rutinitas menulis dan membaca namun tidak pernah mencoba menggelutinya.

Fakta inilah yang membuat nilai elektabilitas pembaca dan penulis tidak begitu populer di kalangan masyarakat. Yang lebih tragis adalah saat orang lain menyampaikan bahwa kegiatan baca tulis adalah kegiatan penghabisan waktu tanpa benefit.

Berbicara tentang benefit, membaca dan menulis adalah kegiatan yang memiliki sejuta manfaat. Ya, sejuta manfaat karena jika diuraikan satu per satu pun tidak akan ada habisnya. Karena apa? Ya, karena yang saya baca dan tulis dengan yang saudara baca dan tulis itu tentu berbeda. 

Jadi, manfaat membaca dan menulis itu bahkan lebih dari sejuta. Tidak hanya dalam lini pengetahuan seperti memperbanyak kosa kata, membaca dan menulis dapat menstimulasi mental sembari mengurangi stress. Tidak hanya itu lagi, otak akan semakin diransang sehingga memori yang bermasalah akan semakin membaik.

Sungguh tak terduga karena teramat sering disepelekan tanpa mencari tahu apa saja manfaat membaca dan menulis. Otak yang sudah diransang sejak awal akan menghasilkan keterampilan berpikir analitis yang baik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline