Lihat ke Halaman Asli

Marhento Wintolo

Pensiunan Dosen

Kasih Hanya Bisa Dialami...

Diperbarui: 21 Desember 2023   20:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar : https://business.facebook.com/

Sore itu, sesuatu keindahan tentang cinta terjadi. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa didefinisikan, tetapi memang harus dialami. Bagaikan rasa manisnya gula yang tidak bisa dijelaskan dengan seberapa pun banyak kata, bahkan jutaan kalimat atau kata tidak bisa menjelaskan rasa manisnya.


Sabtu sore di One Earth Yoga and Meditation Retreat Centre yang berlokasi di Ciawi, Bogor diselenggarakan Loving Spirit Festival. Tanggal 16 Desember jam 18.30 WIB dihadiri banyak peserta termasuk sahabat dari Khatam Institute, suatu Lembaga yang bergerak dalam bidang ilmiah pengkajian agama Islam yang didirikan di Jakarta sejak tahun 2012.


Salah satu peserta yang bernama Agus mengulas tentang The Mother of Sufis, Ibu para sufi, Rabi'ah Aldawiyyah. Banyak hal tentang kearifan dan kesufian Rabi'ah yang disampaikan dalam acara tersebut, namun tetap saja belum bisa membayangkan, apalagi merasakan atau mengalami pengalaman kasih atau cinta.

Bapak Anand Krishna atau lebih dikenal Guruji Anand Krishna yang telah mengajak para peserta untuk mengalami kasih. Beliau tidak banyak mengulas atau membahas, namun para peserta bisa mengalaminya rasa kasih. Memang bila hanya diulas atau dikisahkan hanyalah memuaskan pikiran, namun tidak bisa merasakannya.

Ah... ternyata hanya seorang Guru yang bisa menghadirkan kasih seorang Rabi'ah. Mungkin juga tempat atau situasi yang harus dihadirkan.


Seorang Guru sangat memahami bahwa bahwa rasa manisnya gula tidak bisa diceritakan, berikan gula bagi mereka yang bertanya, maka tanpa kata pun, si penanya akan terpuaskan dengan sendirinya.


Demikian pengalaman kasih hanya bisa ditularkan atau ditebarkan melalui alunan merdu nada cinta melalui getaran atau vibrasi seorang Master atau mursyid yang telah mengalaminya.


Dalam dunia kesufian dikenal istilah : Fanna Fi Mursyid Fanna Fi Rasul, dan Fanna Fi Allah.
Fanna berarti larut bersama seorang Guru atau Mursyid. Karena hanya seorang Mursyid yang telah larut dalam Rasul, kemudian Allah.
Tanpa ungkapan kata, lagu pujian bagi Allah Sang Khalik dan lantunan merdu nan mempesona sholawat bagi Rasul yang dinyanyikan dengan penuh rasa kasih kepada Rasul telah membawa ke pengalaman yang begitu mendalam bagi peserta. Dan tiba-tiba ada rasa kasih yang muncul tanta disadari. Semuanya hanya bisa terwujud dengan hadirnya seorang Mursyid atau Guru yang telah mengalami kasih. Bahkan bisa dikatakan bahwa seorang Mursyid adalah perwujudan kasih itu sendiri.


Aroma kasih begitu berasa bagi yang hadir. Hal ini terlihat atau disaksikan melalui gerakan tari tanpa aturan namun berasa begitu bermakna yang hanya bisa dirasakan.


Ya, aroma kasih mewarnai acara Loving Spirit Festival. Spirit kasih atau cinta melampaui kata. Kata hanyalah memenuhi kepuasan intelektual atau pengetahuan, tetapi tidak memuaskan untuk rasa kasih.
Banyak para peserta yang hadir mengatakan perasaan yang begitu membahagiakan setelah mengikuti acara tersebut. Namun bila ditanyakan, 'Bagaimana rasanya?'


Mereka juga akan bingung menjawabnya, 'Ya pokoknya, saya bahagia.'

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline