Lihat ke Halaman Asli

Afifuddin lubis

TERVERIFIKASI

Blunder Politik atau dengan Sengaja Gerindra Kritik SBY

Diperbarui: 19 November 2018   07:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG


Tidak usah punya label politisi hebat pun, setiap orang tahu untuk memenangkan sebuah kontestasi politik maka harus dirangkul sebanyak banyaknya anggota masyarakat atau kelompok.

Merangkul sebanyak banyaknya orang tentu dimaksudkan untuk menggalang suara ,meraih simpati yang pada akhirnya diharapkan memberikan suaranya pada sebuah pertarungan demokrasi.

Pada pemilihan kepala desa saja pun hal yang demikian sering terlihat.Begitu juga halnya pada pemilihan anggota legislatif untuk tingkat kabupaten / kota, provinsi bahkan untuk ke Senayan pun para caleg itu terus berusaha untuk merangkul masyarakat.

Karenanya jangan heran para calon legislatif ( caleg) itu, tiba tiba jadi ramah ,mudah mengumbar senyum dan seolah olah selalu menunjukkan empati kepada anggota masyarakat yang ditemuinya.

Untuk menunjukkan empati itu, para caleg itu semakin rajin mendatangi komunitas masyarakat .Bahkan sebahagian diantara mereka yang tidak pernah berkunjung ke pasar pun kemudian menjadi rajin bertutur sapa, menyapa dan beramah tamah dengan para pedagang dan masyarakat yang berbelanja di pasar  pasar yang dikunjungi.

Bertitik tolak kepada contoh tersebut maka menjadi tanda tanya ,mengapa sekelas Ahmad Muzani ,Sekjend Partai Gerindra menyampaikan kritik terbuka kepada Susilo Bambang Yudhoyono ,Ketua Umum Partai Demokrat.

Seperti yang kita baca melalui media ,inti kritik yang disampaikan Muzani itu berkisar pada belum aktifnya SBY mengkampanyekan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Oleh karena belum aktip nya SBY itulah ,Sekjend Gerindra itu secara terbuka mengkritik SBY .Bahkan dinyatakannya juga SBY/ Demokrat belum memenuhi janjinya yang akan mengkampanyekan pasangan 02 itu.

Terhadap kritikan Ahmad Muzani ini, Demokrat juga meresponsnya dengan keras bahkan SBY juga mengomentarinya sekaligus memberi kritik terhadap pasangan yang diusung partainya itu.
Berkaitan dengan hal tersebut lah menjadi menarik mencermati kritikan yang disampaikan oleh Ahmad Muzani ,Sekjend sebuah partai besar yang menempati peringkat ketiga pada pemilu 2014.

Pertanyaan yang muncul ialah,apakah Gerindra dalam hal ini Sekjendnya melakukan blunder politik atau memang dengan sengaja melakukannya .
Setelah menimbang nimbang dalam hati, saya hampir sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa kritik Muzani itu bukan merupakan blunder politik tetapi memang dengan sengaja dilakukan.

Kalau demikian halnya, apakah Gerindra atau pasangan Prabowo - Sandiaga tidak butuh dukungan elektoral dari simpatisan atau anggota partai yang dipimpin SBY itu?.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline