Lihat ke Halaman Asli

Abdulrozak Asm

Saya Seorang Suami dan Ayah Beruntung.

Ternyata Ini Standar Tempat Kencing bagi yang Jorok

Diperbarui: 28 November 2018   11:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Segala pemenuhan kebutuhan ada karena memang diperlukan. Contoh payung ada karena kita membutuhkannya/memerlukannya. Contoh lain pisau ada kerena memang diperlukan untuk memotong,  mengiris dan lain lain. 

Contoh lain keset diperlukan oleh kita karena kondisi kita masih memerlukan keset untuk membersihkan alas kaki yang kotor.  Mungkin negara lain tidak perlu keset.  Contoh lain kita masih memerlukan genting dan design atap miring namun di negara lain bisa jadi tidak perlu genting dan atap miring karena bisa jadi karena tidak pernah turun hujan dinegara tersebut. 

Saya pikir dua contoh sederhana tersebut sangat cukup untuk menggambarkan sesuatu pemenuhan kebutuhan  ada karena memang diperlukan atau dibutuhkan. 

Nah sekarang saya beberapa kali disuatu gedung standar seperti hotel ternyata di toiletnya menerapkan sistem yang sebenarnya tidak diperlukan bagi kita yang memiliki budaya sangat bagus. 

Ini dia yang saya maksud perlengkapan gedung standar yang kita perlukan tapi bukan yang model seperti ini. Ini tTempat kencing laki - laki.

Dokpri

Tempat kencing seperti ini tidak cocok untuk masyarakat indonesia.  Kenapa tidak cocok berikut alasannya. 

1. Meskipun ini berdasarkan standar tertenutu tapi sangat tidak cocok bagi warga indonesia karena warga indonesia sangat perhatian akan kebersihan celana dalam. 

2. Menyambung alasan no 1 kebersihan celana dalam.  Toilet seperti ini tidak mendukung sistem membersihkan kemaluan setelah pipis. 

3.  Menyanbung no 2 kenapa tidak mendukung sistem kebersihan kemaluan karena sistem penyiraman akan ada setelah kita pergi dari toilet tersebut. Coba saja bayangkan bagaimana kita mau membasuh kemaluan setelah pipis sementara air keluar setelah kita menjauh.

Alur tempat kencing tersebut secara lebih detailnya sebagai berikut ini.

Dokpri

Silahkan perhatikan gambar. Pada gambar yang saya berikan tanda panah adalah sensor dimana air akan mengalir setelah kita tidak ada disitu. Jika kita tidak ada disitu berarti belum di basuh dong si "ujang"nya. Karena ketika kita masih disitu walau ditunggui tidak akan mengalir. Nah inilah yang saya katakan sistem standar kencing yang jorok yang tidak cocok dengan masyarakan indonesia. Toilet seperti ini cocok bagi mereka yang malas untuk menyiram dan membasuh kemaluan. Toilet ini atau tempat kencing ini memang menggunakan teknologi tinggi, namun bukan ini yang diperukan masyarakat indonesia. Masyarak indonesia memerlukan toitel yang bisa mendukung kebersihan diri juga tempatnya. Jika ini semakin banyak, maka teknologi toilet ini memaksa masyarakat indonesia untuk jorok di toilet.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline