Lihat ke Halaman Asli

Listhia H. Rahman

TERVERIFIKASI

Ahli Gizi

Temuan Menarik tentang “Makan” dari Berbagai Penelitian

Diperbarui: 30 September 2019   13:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Sumber gambar: kinfolk.com"]


[/caption]Makan adalah aktivitas yang hampir tak bisa lepas dari kehidupan. Sebagai kebutuhan yang mendasar (primer), makan selalu menjadi hal yang tak akan dilupakan dan dilewatkan. Dari makan, manusia memperoleh energi untuk melakukan kegiatan dan melangsungkan hidupnya. Ibarat mobil yang butuh bensin untuk bisa bergerak, manusia butuh makan untuk dijadikan bahan bakar.

Tak hanya itu, makan ternyata memunculkan keingintahuan yang besar di berbagai belahan dunia untuk diteliti lebih lanjut. Sampai hari ini, penelitian-peneltian telah banyak dilakukan untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan tentang makan dan bahkan telah terpublikasi di jurnal internasional. Berikut adalah sedikit temuan dari banyaknya penelitian yang telah dilakukan di dunia, penelitian yang berangkat dari hal yang mungkin tak pernah kita perhatikan dan sering terhiraukan.

1.  Nafsu Makan Bisa Datang dari Mana Saja; Mulai Teman Sampai Meja Sebelah

Dalam sebuah studi yang dilakukan Universitas Cornell menemukan bahwa tipe tubuh dari partner makan malam, atau mereka yang ada di sekitar bisa benar-benar mempengaruhi seberapa banyak kamu menyajikan dan seberapa banyak kamu makan.

Ya, penelitian ini menemukan bahwa seseorang dapat menyajikan makanan dengan porsi makanan tidak sehat lebih besar daripada makanan yang sehat ketika makan dengan orang yang memilki kelebihan berat badan. Hal ini terjadi karena mereka menjadi kurang mematuhi tujuan kesehatannya sendiri.

2.  Dari Mana Datangnya Nafsu Makan? Dari Teman Kemudian Kenyang

Penelitian ini telah dilakukan di University of New South Wales, di mana ternyata faktor sosial memiliki pengaruh yang kuat pada konsumsi makan. Di mana ketika teman makan sangat sedikit, seseorang ikut menekan asupan makanannya dan akan lebih sedikit makan daripada kebiasan normal jika sendirian. Sebaliknya jika teman makan dalam jumlah besar, seseorang memilki kebebasan untuk makan makanan sesuai dengan kebiasaannya atau bahkan bisa lebih sesuai dengan keinginannya.

Dampak dari penelitian terlihat kuat terjadi pada wanita daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena wanita cenderung memperhatikan bagaimana mereka akan dilihat orang lain ketika mereka makan.

3.  Apa yang Aku Lakukan Saat Makan Mempengaruhimu, dan Sebaliknya

Penelitian yang dilakukan oleh  Roel Hermans dari “The Behavioural Science Institute” Radbound University Nijmegen menemukan bahwa perempuan yang makan malam bersama akan menyesuaikan tingkah laku makan dari pasangan yang ada di depannya. Daripada memakan sesuai dengan caranya, wanita akan cenderung mengambil gigitan yang sama dengan seseorang yang duduk di hadapannya.

Memang, bukanlah baru jika seseorang cenderung menyesuaikan perilaku makan teman semejanya. Namun, penelitian sebelumnya hanya sebatas meneliti bagaimana perilaku makan A mempengaruhi perilaku makan B. Pada penelitian ini, Herman –peneliti- menjelaskan alasanya menggunakan sebuah contoh: “Jika dua orang makan bersama, perilaku makanku dapat mempengaruhimu, tetapi reaksimu juga bisa mempengaruhi perilaku makanku.” Begitulah terus-menerus. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline