Lihat ke Halaman Asli

Cinta

Diperbarui: 5 Oktober 2022   09:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

"Cinta yang dulu terajut penuh kasih

 Kini telah terurai tak tersisa

 Cinta mu yang dulu sehangat mentari 

Kini telah terasa sedingin salju

Kedua bola matamu yang menatapku tajam bagai elang sudah terasa asing bagiku 

Senyummu yang selalu hangat telah menghilang dari wajahmu 

Tangan yang merengkuh raga ini pun terasa hambar 

Suara bariton mu yang menenangkan jiwaku sudah tak pernah ku dengar lagi 

Kepiluan telah melingkupi raga ini 

Gemuruh amarah dan isak tangis tumpah ruah menggenangi setiap relung hati 

Menghancurkan asa akan indahnya cinta yang tulus

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline