Lihat ke Halaman Asli

Langit Muda

Daerah Istimewa Yogyakarta

Coach Naga Salju dan Indahnya Kebersamaan

Diperbarui: 25 Oktober 2021   11:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Bagaimana rasanya main tanpa didampingi pelatih? Mungkin ada sedikit perasaan hampa. Karena tidak ada yang melakukan interaksi baik saat bikin poin maupun buang poin. Selain itu saat interval juga bisa ngerasa agak canggung lha gak ada yang diajak ngobrol.

Begitu mungkin perasaan para atlet non pelatnas yang berangkat ke turnamen segalanya harus serba mandiri. Tiket, akomodasi, termasuk pembiayaan, syukur-syukur ada sponsor yang bisa meringankan beban. Menggunakan jasa pelatih berarti biaya akan membengkak. Selain tiket dan akomodasi bagi pelatih, juga mesti membayar honor pelatih.

Tommy Sugiarto adalah atlet non pelatnas yang masih aktif bermain. Apa yang ditunggu-tunggu para BL ketika Tommy bermain? Ya, mereka bertanya-tanya siapa yang bakal duduk di kursi pelatih mendampingi Tommy?

Seperti halnya kemarin waktu semifinal Denmark Open 2021, nampak Hendra Setiawan berada di sana. Kojeng, panggilan akrab Hendra, mendapat julukan baru dari para BL, yaitu coach Naga Salju. 

Sebenarnya ini diadaptasi dari julukan coach Naga Api untuk pelatih Herry IP, dan coach Naga Air untuk pelatih Aryono Miranat, mereka ini adalah pelatih ganda putra. Ada juga yang dengan guyonan menyebut Kojeng sebagai coach Buah Naga.

Kebetulan kemarin partainya Tommy ditaruh paling belakang. 

Eh ternyata di social media lebih banyak yang penasaran dengan penampilan Hendra bakalan in action sebagai coach ketimbang jungkir baliknya Tommy menghadapi Kento Momota. Apalagi sekarang setiap jeda, oleh televisi dibunyikan pula apa yang dibicarakan di antara pelatih dengan pemain. 

Para BL penasaran Kojeng ngasih instruksi apa sama Tommy. He he .. yang jelas kalau coach sebelah menggebu-gebu, coach yang ini mah irit kata dan ndak bikin kening berkerut.

Memang sih di dunia pergosipan BL banyak suara yang menyatakan kalau Kojeng sudah cukup layak untuk beralih profesi menjadi pelatih. Apalagi dengan karakter leadership, tenang, dan ngemong yang dimilikinya. Ya anggap saja ini sebagai gladi bersih sebelum jadi coach di pelatnas.

Kojeng juga kadang berduet di kursi pelatih dengan Mohammad Ahsan, yang sering dipanggil Babah oleh para BL. Di sela kesibukan mereka sebagai pemain yang sedang mengikuti turnamen, mereka tak segan membantu rekan mereka. 

Bila keduanya sedang sibuk masih ada "pelatih" lainnya yaitu Nova Widianto. Nah, kalau yang satu ini sih memang benar-benar termasuk dalam tim pelatih.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline