Lihat ke Halaman Asli

Lailatul Syadiyah

Content Writer. Tertarik pada dunia religi, marketing manajemen, bussines, productivity, motivation, story telling, dan all about learning English.

Asal Mula Kalender Masehi -Kajian bersama Weemar Aditya

Diperbarui: 28 Juni 2021   07:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pengajian bersama Ustadz Weemar Aditya kali ini masih melanjutkan dari penamaan hari kemaren. Sekarang kita bahas untuk penamaan Bulan pada Kalender Masehi. Cerita selanjutnya adalah Nabi Isa lahir di zaman ketika umatnya menyembah pagan, aliran nenek moyang dari Dewa-Dewa dari penamaan hari. Nabi Isa tidak lahir di kandang domba, juga tidak di musim dingin. Juga tidak lahir di tanggal 25 Desember.

Dalam Al Quran dijelaskan bagaimana Maryam melahirkan Nabi Isa dengan mengoyak-ngoyak kurma. Dimana jika kurma itu berbuah pasti di musim panas, bukan di akhir tahun dengan musim dingin. Kemudian Maryam juga mengambil air dari sungai yang mengalir. Air sungai itu mengalir juga bukan di musim dingin, namun hanya bisa mengalir di musim kering.

Nabi Isa berumur 33 tahun di dunia, setelah itu beliau ditarik ke langit oleh Allah. Dalam Al Quran  dijelaskan nanti akan turun ke dunia Bersama Imam Mahdi untuk memerangi Dajjal di waktu yang telah ditentukan bahkan warna pakaiannya pun juga ditentukan yakni tidak putih tetapi juga tidak gelap, kemudian rambutnya basah seperti ada mutiara-mutiara air hujan berjatuhan di wajah. Tempat turunnya Nabi Isa kelak ada di sebelah timur kota Syam atau Palestina.

Menyambung dengan cerita sebelumnya Ustadz Weemar mengisahkan seorang Kaisar Konstantin yang kekuasaannya sangat besar dan sangat terkenal, dan peradabannya disebut Konstantinopel. Disinilah, beliau mulai merasa bingung dengan kedua orang tuanya. Ibunya menyembah Tuhannya Nabi Isa tetapi ayahnya menyembah Dewa-Dewa. Akhirnya menyatukan dua pemahaman yang berbeda ini. Dia pernah bermimpi awan bercayaha mengeluarkan salib dan dia dapat hidayah untuk menjelaskan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, maka Beliau membuat  sebuah konsili, Nsea pada 336 M

Pada zaman Kaisar Konstantin pula Yesus diangkat sebagai Tuhan. Kemudian ada yang protes bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi Anak Tuhan. Dari situlah munculnya golongan Kristen Protestan. Pada masa ini  sebuah forum untuk penanggalan Masehi didiskusikan.

Ustadz Weemar Aditya melanjutkan dengan memberi penjelasan penamaan bulan Masehi. Pertama Januari sudah dibahas di awal yaitu dari Dewa Ianuarius yang dikenal sebagai Dewa Janus.

2. Februari: Penanggalan Bulan Februari diambil nama Dewa Februs, yaitu Dewa Kesuburan dan Dewa Kematian. Karena ada Dewa inilah maka dibuatlah Festival Kesuburan di tengah bulan Februari ditengah sinar bulan purnama yaitu dengan pesta sex bebas untuk mendapat rahmat Dewa Februs. Ciri-ciri orang yang mendapat rahmat adalah keesokan harinya dia hamil. Pada tahun 496 M Paus Delaisius mengubah pesta sex tersebut menjadi hari kasih sayang dan untuk menghormati Santo Vakentino akhirnya diberi nama Valentine's Day.

3. Maret: nama ini diambil dari Dewa Mars. Dewa yang awalnya dia adalah seorang petani, yang kemudian dia menjadi kuat karena kekuatan Dewa, kemudian menjadi tentara, dan menjadi Panglima Perang.  

4. April: Mars adalah putra dari Dewi Juno dan Dewa Jupiter. Mars itu suaminya Bellona tetapi kekasihnya Venus. Venus adalah Dewi Kecantikan atau Dewi Cinta yang memiliki nama lain Dewi Aprodit atau Apros.  Makanya bulan keempat disini diberi nama April. Jadi nama bulan ini berasal dari selingkuhan dari Dewa Mars. Dalam Mitologi Yunani dia adalah sumber kecantikan yang menarik dengan menghormatinya mereka menelanjangi Patung Dewi-Dewinya.

5. Mei: diambil dari nama Maia Maisthas, Dewi Roma dan merupakan putri dari Dewa Atlas, kakeknya adalah Dewa Titan. Maia pernah kawin Dewa lain, yaitu Zeus (ayah Hercules). Dari hubungan mereka lahirlah Hermes. Zeus ini pernah menghukum Dewa Atlas, disuruh berdiri di bagian barat bumi dan memegang Uranus atau langit.

6. Juni: diambil dari Dewi Juno yaitu Dewi Pelindung. Juno adalah anak dari Saturnus dan memiliki saudara perempuan sekaligus istri dari Jupiter.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline