Lihat ke Halaman Asli

Kompas.com

TERVERIFIKASI

Kompas.com

Survei Jokowi Turun akibat Ekonomi, Ini Tanggapan Sekjen PDI-P

Diperbarui: 23 Februari 2018   15:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (18/1/2018). Di pilkada serentak, PDI-P paling banyak berkoalisi dengan Partai Golkar dan Partai Hanura.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi datar hasil survei Median, yang memperlihatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo menurun ke angka 35 persen karena masalah ekonomi.

Padahal, menurut Median, pada Oktober 2017 masih di angka 36,2 persen.

"Ya survei itu kan patokan saja. Tapi intinya adalah harapan rakyat. Partai sebelum rakernas (rapat kerja nasional) sudah menyerap aspirasi rakyat. Itulah yang akan kami bahas (di Rakernas)," kata Hasto saat ditemui di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018).

Ia mengatakan, PDI-P akan terus berupaya menyerap aspirasi rakyat untuk mengatasi permasalahan ekonomi di Indonesia.

Saat ditanya apakah akan menggaet calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi dari kalangan ekonom yang memahami seluk beluk persoalan ekonomi, Hasto tidak menjawab secara pasti.

(Baca juga: Survei Median: Elektabilitas Jokowi Turun karena Masalah Ekonomi)

Menurut dia, PDI-P tentu akan mencari sosok cawapres yang memiliki spirit pembangunan ekonomi berdikari.

"Ya kami kan melihat persoalan pokok bangsa ini yang nanti akan dibahas (di Rakernas). Tentunya nama yang punya kemampuan untuk menggelorakan semangat berdikari," ucap Hasto.

"Mana yang punya kemampuan, memiliki keberanian dalam membangun martabat dan kehormatan bangsa melalui jalan terjal dan sulit, tapi penuh keyakinan sebagai seorang pemimpin. Itu yang nanti kami akan cari," kata dia.

Dalam survei Median pada Oktober 2017, sebesar 36,2 persen responden meyakini Jokowi tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi.

Kemudian, dalam survei Februari 2018, angka responden yang yakin Jokowi tak mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi meningkat menjadi 37,9 persen.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline