Lihat ke Halaman Asli

de Gegan

LAbuan Bajo | Petani Rempah

Suster Virgula, Sang Perawat Orang Kusta itu Berulang Tahun

Diperbarui: 3 September 2019   18:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sr. virgula Schmitt SSpS, Perawat orang kusta dimanggarai( foto rumahkalkuta.blogspot.com)

Sr. virgula Schmitt SSpS, kelahiran Grunebach Jerman 3 September 1929, adalah sosok perintis Panti Pusat Rehabilitas Kaum Difabel dan Kusta St Damian dan Rumah Sakit St Rafael, yang keduanya terletak di Cancar, Ibu Kota Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Ia juga pendiri Pusat Rehabilitas serupa di Binongko, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Nama Sr Virgula begitu sangat akrab di telinga hampir semua masyarakat Manggarai, Flores-NTT. Kendati Biarawati Katolik itu memang memiliki jasa besar dalam karya pelayanan dibidang kesehatan. Menariknya bahwa ditengah sumbangsih yang besar, Suster Virgula dikenal sebagai sosok yang sederhana (low profile). Ia selalu meminta agar namanya tidak usah dibesar-besarkan, karena itu publikasi tentangnya sangat kurang.

Beliau mulai berkarya di Manggarai sejak tahun 1965, dengan mendirikan sebuah balai pengobatan atau poliklinik. Tak lama kemudian beliau merintis Panti Pusat Rehabilitas Kaum Difabel dan Kusta St Damian dan Rumah Sakit St Rafael Cancar.

Berangkat dari kesadaran Suster Virgula melihat kebutuhan masyarakat Manggarai yang pada waktu itu banyak menderita penyakit malaria, cacing dan TBC. Suatu sisi pola hidup masyarakat Manggarai yang waktu itu jauh sekali dari pola hidup sehat.

Setelah 43 tahun lamanya mengabdikan diri di Manggarai, karena alasan usia dan kesehatan, pada tahun 2014, beliau kembali kebiara induk SSpS di Steyl, Belanda, tempat ia menetap hingga kini.

"Mama Lula", begitulah anak-anak St Damian menyapa Sr Virgula. Selain Biarawati Katolik, Suster Virgula merupakan perawat. Hampir ribuan pasien yang telah dilayani beliau, baik itu penyandang disabilitas, yatim piatu maupun orang kusta.

Momen dimana Sr Virgula bersama anak-anak di panti asuhan St Damian Cancar(foto parokicitraraya.org)

Kepergiannya ke Belanda memang meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga Panti St Damian. Beliau sekarang memang sudah jauh di sebelah sana, namun jejak karya dan petuahnya masih menempel di Manggarai. Seperti Mama Suster sendiri merasa begitu sangat berartinya kehadiran orang lain dalam kehidupan kita, begitu juga kami yang sangat rindu dengansosokmu kini.

Pengalaman Sr Virgula tampaknya memberikan sebuah pencerahan tentang pentingnya rasa empati. Sulit rasanya membangun kepedulian kalau tidak ada empati. Minimnya kepedulian dan perhatian terhadap sesama lebih banyak disebabkan karena merosotnya rasa empati. Dimana seseorang benar-benar merasakan kondisi dan posisi yang sedang dialami oleh orang lain.

Tiga(3) September ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke 90. Tentu bukan lagi usia yang segar baginya untuk berkarya seperti dulu lagi, ditambah lagi kondisi kesehatan beliau yang kian menurun. Semoga saja Rahmat kesehatan dan kebesaran cinta Allah, selalu menaungi beliau, dan selalu bersuka cita didalam kuasa Kristus. Panjang Umur Mama Suster, Peluk Cinta.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline