Lihat ke Halaman Asli

Acek Rudy

TERVERIFIKASI

Palu Gada

Kuil Aphrodite, Wisata Seks Zaman Kuno

Diperbarui: 5 Oktober 2021   07:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Liputan6.com

Cinta itu penting. Namun, ia juga membingungkan. Cinta itu jelas, tetapi ia multitafsir. Tersebab cinta bukan hanya masalah nafsu saja, tapi juga adalah wujud dari kekuatan spiritual yang besar.

Lantas bagaimana jika manusia zaman dulu menginterpretasikan cinta dengan menggabungkan nafsu dan prosesi agama? Jadilah kisah tentang Kuil Aphrodite, Dewi Cinta Yunani Kuno.

Sisa situs kuil ini masih bisa ditemukan di Phapos, Siprus Barat. Tepatnya di sebuah kawasan yang bernama Kouklia, dan dibangun pada 1200 SM.

Budaya Yunani Kuno sarat dengan praktik Patriarkisme. Tatanan masyarakat menciptakan banyak hal yang menetapkan pria di atas wanita. Begitu pula dengan urusan ritual agama.

Sebagaimana namanya, Aphrodite memang merayakan cinta. Para tuan mengajak pembantu wanitanya ke sana untuk melegalkan persetubuhan. Tidak ada dosa. Para pembantu wajib melayani lelaki agar rukun keyakinannya terpenuhi.

Kuil Aphrodite bukan hanya sekadar tempat beribadah saja. Ia juga merupakan situs yang terkenal di zamannya. Banyak turis yang ramai datang ke tempat ini demi sebuah pertunjukan dan juga kenikmatan.

Sebelum menikah, seorang wanita harus bisa menjadi perempuan sejati. Ia harus bisa memuaskan suaminya secara jasmani dan rohani. Penyucian pun dilakukan di dalam Kuil Aphrodite. Para gadis menjalankan ritual, seyogyanya sebuah pembaptisan.

Selanjutnya adalah penyucian secara jasmani. Apa yang wajib mereka lakukan benar-benar tidak bisa diterima dengan akal sehat modern. Para wanita tersebut harus melacurkan diri.

Mereka tidak bisa menolak "bayaran" yang diletakkan di atas pangkuannya. Dalam sekejap, tubuhnya sudah menjadi milik lelaki yang berani membayar.

Lebih ekstrimnya lagi, bukan kepada lelaki yang mereka kenal. Jadilah turis dianggap sebagai tamu terhormat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline