Lihat ke Halaman Asli

Memberi "Jeda" pada Keputusan Hidup Itu Tak Apa, Justru Direkomendasikan

Diperbarui: 17 September 2021   22:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jeda mengambil keputusan dalam hidup | Sumber: istockphoto

Dalam pemahaman yang begitu saja, memang segala yang "cepat" jatuhnya akan lebih baik menurut rasio kita. 

Namun pada kenyataannya, apakah yang cepat itu adalah yang paling baik dalam memutuskan sesuatu membuat keputusan untuk hidup kita?

Sebilah pertanyaan ini memang terkadang membingungkan. Kecepatan yang dikejar adakalanya justru menghasilkan sesuatu yang nihil. Tetapi juga keterlambatan, tidak kurang membuat kita salah dalam pengambilan keputusan pada setiap momennya, yang terkadang bisa merugikan hidup kita sendiri.

Maka dengan sisi-sisi paradoks yang dihasilkan dari sebuah kecepatan dan juga kelambatan yang mempunyai konsekuensi tersendiri pada setiap keputusan hidup manusia.

Mungkinkah ada jalan tengah untuk mengoptimalkan dilema dari keadaan paradoks tersebut, antara kelambatan dan kecepatan sebagai optimalisasi dari pengambilan setiap keputusan penting mengarungi hidup sebagai manusia?

"Hidup adalah bagaimana manusia menetukan keputusan, dan setiap keputusan hidup merupakan jalan seseorang akan menemukan solusi dari setiap beban atau permasalahan hidupnya sendiri"

Untuk itu, tantangan dalam hidup yang nyata harus disiasati adalah menetukan keputusan. Sebab apapun keputusan yang diambil merupakan sarana dari apa yang akan kita tanggung dalam menjalani hidup ini.

Satu keputusan yang salah akan berpengaruh selama kita hidup. Meski dalam hidup kita dapat lari dari apa yang kita putuskan untuk menghindari semua konsekuensi dari keputusan itu.

Tetapi bekas dari apa yang kita putuskan jika memang itu salah akan tetap berpengaruh pada pengalaman hidup kita yang akan terekam sepanjang hidup. 

Berbeda ketika apa yang kita putuskan benar, sudah pasti manfaat dari konsekuensi itu juga akan dirasakan baik untuk selama-lamanya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline