Lihat ke Halaman Asli

Membiasakan Hidup dengan Pola Halalan Thoyibah

Diperbarui: 9 Oktober 2016   10:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Islam adalah agama yang memiliki keunikan tersendiri dalam hal syari’ah, sangat konprehensif dan universal. Konprehersif berarti merangkum seluruh aspek kehidupan baik ritual maupun sosial (mu’amalat). Universal berarti dapat diterapkan setiap waktu dan tempat. Dalam hal konsumsi pun Islam mengajarkan moderat dan sederhana, tidak berlebihan, tidak boros dan tidak kekurangan karena pemborosan adalah saudara-saudara setan.

Islam mengajari manusia untuk menjadi seorang muslim yang baik dan bertanggung jawab dalam hal mengkonsumsi barang-barang yang akan di gunakan dalam kesehariannya, Karna dalam ketetapan Allah menentukan halal haram sesuatu seperti makanan dan minuman, Tidak hanya tentang hal-hal barang yang akan di konsumsi melainkan juga tentang bersodaqoh dan cara berpakaian yang tidak terlalu bermewah dalam keseharian.

Dalam sabdah Nabi SAW menjelaskan: “Halal itu jelas, haram juga jelas, di antara keduanya adalah subhat, tidak banyak manusia yang mengetahui barang siapa yang menjaga diri terhadap subhad, maka ia telah bebas untuk agama dan harga dirinya, barang siapa yang terjerumus dalam subhat maka ia diibaratkan pengembala di sekitar tanah yang di larang yang dikhawatirkan terjerumus. Ingatlah, sesungguhnya setiap pemimpin punya bumi larangan. Larangan Allah adalah hal yang diharamkan oleh Allah, ingatlah bahwa sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging jika baik maka seluruhnya akan baik pula, jika jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya, Ingatlah daging itu adalah hati”

          Diantara beberapa manfaat menggunakan makanan dan minuman halal yaitu :

  • Membawa ketenangan hidup dalam kegiatan sehari-hari,
  • Dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani,
  • Mendapat perlindungan dari Allah SWT,
  • Mendapatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT,
  • Tercermin kepribadian yang jujur dalam hidupnyadan sikap apa adanaya,
  • Rezeki yang diperolehnya membawa barokah dunia akhirat.

    Diantara beberapa mudharat atau makanan dan minuman haram yaitu :

  • Doa yang dilakukan oleh pengkonsumsi makanan dan minuman haram, tidak mustajabah (maqbul).
  • Uangnya banyak, namun tidak barokah, diakibatkan karena syetan mengarahkannya kepada kemaksiatan dengan uang itu.
  • Rezeki yang haram tidak barokah dan hidupnya tidak tenang .
  • Nama baik, kepercayaan, dan martabatnya jatuh bila ketahuan.
  • Berdosa, karena telah melanggar aturan Allah.
  • Merusak secara jasmani dan rohani.

      Banyak firman Allah maupun sabdah Nabi yang terkait makanan yang baik, yang halal dan yang haram yang akan semakin menyarankan kita menuju gaya hidup yang lebih sehat. Pada akhirnya jika kita sehat, Ibadah kepada Allah juga lebih optimal. Selain itu, banyak pula ayat dan hadist mengenai giat bekerja yang mendorong kita untuk senantiasa tidak bermalas-malasan yang pada akhirnya juga akan kembali kepada Allah

Seperti ayat QS Al-Baqoroh: 168

ياايها الناس كلوا مما في الارض حلالا طيبا  ولا تتبعوا خطوات اليطان انه لكم عدو مبينِ

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, Karena sesunguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dipaparkan pula didalam hadist NABI SAW :

حدثنا يزيد بن هارون اخبرنا همام عن قتادة عن عمرو بن شعيب عن ابيه عن جده ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال كلوا واشربوا وتصدقوا والبسوا غير مخيلة ولا سرف وقال يزيد مرة في غير اسراف ولا مخيلة.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline