Lihat ke Halaman Asli

Khoiru Roja Insani

Berusaha produktif dalam keterbatasan

33 Senja di Halmahera, Berusaha Mengikhlaskan Meski Menyakitkan

Diperbarui: 9 Agustus 2021   12:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gramedia Pustaka Utam via goodreads.com

Identitas buku

Judul          : 33 Senja di Halmahera

Penulis     : Andaru Intan

Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan   : I, 2017

Tebal        : 192 halaman

Novel yang menceritakan kisah Nathan, tentara yang dipindahtugaskan dari Sofifi ke Halmahera selama 33 hari. Perpindahan Nathan dari Sofifi ke Halmahera tidak seperti yang ia harapkan, Nathan membawa seluruh kenangan dan penyesalannya dari Sofifi ke Halmahera. Di Halmahera, Nathan bertemu dengan gadis manis, bermata indah, berperilaku anggun, Puan namanya. Puan adalah anak kepala sekolah dan berprofesi sebagai guru. Ada satu hal lagi yang unik dari Puan, meskipun tinggal di daerah pesisir, Puan tak suka dengan laut.

Nathan tertarik pada Puan pada pandangan pertama. Nathan terpesona dengan kesederhanaan yang ditawarkan Puan. Tampil apa adanya, tanpa dandan, dan akrab dengan anak-anak -- murid-muridnya. Puan pun demikian, sedikit tertarik juga dengan Nathan. Nathan yang gagah, tinggi, dan kekar -- khas pemuda Maluku Utara -- dan diimbangi dengan rambut cepak ala tentaranya.

Puan sadar akan ketertarikan Nathan pada dirinya. Dengan sedikit malu-malu, Puan membuka dirinya sedikit demi-sedikit pada Nathan. Mulai dari obrolan ringan dari kejauhan, saling beradu pandang yang disengaja -- tapi tanpa sadar -- bahkan hingga melancong ke Kepulauan Widi, sisi selatan Halmahera.

Kedekatan Nathan dan Puan makin menjadi-jadi. Mereka makin intensif dalam mengobrol di kala senja, berjalan mengitari pinggiran pantai, dan kegiatan-kegiatan berdua lainnya. Kedekatan ini terdengar hingga orang tua Puan.

Sejak awal, Puan sudah mengetahui bahwa kedekatannya dengan Nathan akan terhalang tembok besar layaknya kisah fiksi pada umumnya, yaitu perbedaan keyakinan. Nathan dan Puan berbeda kepercayaan, tapi disatukan oleh keadaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline