Lihat ke Halaman Asli

Khoirul Mustofa

Mahasiswa KPI

Mengambil Hikmah di Balik Salat Jumat

Diperbarui: 30 September 2020   16:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pexels/ Vjapratama

Pada artikel pertama ini, penulis niatkan untuk berbagi pengetahuan kepada para pembaca yang budiman, sekiranya penulis ingin menyisakan sebagian waktu untuk berbagi  wawasan, dengan begitu ada setitik harapan bisa memberikan kemanfaatan untuk para pembaca tercinta. Langsung ke pokok pembahasan, tulisan perdana  akan menguraikan apa sih hikmah di balik perintah shalat jumat? 

Apakah perintah shalat hanya bersifat ritualistik belaka tanpa adanya tujuan sosial kemasyarakatan? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif yaitu mendeskripsikan secara mendalam tentang realitas dari shalat jumat, berikut ini analisanya:

Deskripsi shalat jumat

Shalat jumat dilakukan di tempat yang sekiranya terdapat 40 jamaah sebagai syaratnya, dilakukan di masjid bukan di mushola. Dua hal tersebut walaupun sama digunakan untuk ibadah sholat tetapi, ada perbedaan kedudukannya. Mushola secara kapasitas daya tampung relatif kecil sekitar <40 orang sehingga, ditempatkan di setiap gang-gang yang ada di lingkungan warga muslim, sedangkan masjid daya tampung dengan kapasitas >40 orang, yang diletakkan di tengah dusun-dusun. Dengan demikian satu masjid membawai beberapa mushola.

Kemudian waktu sholat jumat sudah ditentukan, seminggu sekali tepatnya pada hari jumat pada siang hari, sama dengan waktu sholat dhuhur. Para jamaah yang diwajibkan adalah bagi kaum laki-laki yang sudah cukup umur.  

Sudah menjadi kebiasaan  ketika hari jumat, suara kiroah dikumandangkan dengan menggunakan pengeras suara dan para jamaah apabila sudah mendengarkan suara azan diperintahkan untuk segera datang ke masjid dengan menggunakan pakaian yang pantas. Ada sebuah anjuran di dalam hadis Nabi untuk mandi terlebih dahulu, memakai pakaian yang terbaik dan menyemprotkan wangi-wangian. Ajaran Islam sangat menganjurkan umatnya agar datang tepat waktu.

Ketika jamaah sudah tiba di masjid maka disunnahkan untuk menjalankan sholat sunnah, baru kemudian diwajibkan untuk mendengarkan isi ceramah yang disampaikan oleh khatib. Hal itu sudah menjadi syarat sahnya sholat jumat, apabila khotbah sudah selesai dilanjutkan mendirikan sholat jumat dua rekaat dengan berjamaah, satu imam dan puluhan makmum. 

Dilarang keras jamaah untuk melangkahi gerakan imam atau tidak mengikuti gerakannya. Shof sholat hendaknya tersusun rapi tidak ada sela yang kosong, manakala di depan ada yang longgar dan dapat ditempati, maka jamaah yang ada di belakang harus maju ke depan. Apabila iman sedang lupa gerakan, makmun yang ada di belakang harus menegurnya dengan mengucapkan tasbih dan tidak boleh malah mengikuti imam yang salah, dengan begitu terbentuklah susunan yang teratur. 

Hikmah di balik sholat jumat

1. Membangun persatuan umat Islam

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline