Lihat ke Halaman Asli

KASTRAT BEM FEB UGM

Kabinet Harmoni Karya

Maurizio Sarri: From Zero to Hero, Sempat Dihujat, Kini Kembali Dipuja

Diperbarui: 3 Juni 2019   21:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ditulis oleh Sultan Alfiantsyah (Staf Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB UGM 2019/Ilmu Ekonomi 2017)

Kesuksesan Chelsea meraih trofi UEFA Europa League (UEL) 2018-2019 menorehkan kisah tersendiri bagi sang manager, Maurizio Sarri. Siapakah sosok Maurizio Sarri itu? Maurizio Sarri merupakan pelatih sepak bola asal Italia yang lahir pada 10 Januari 1959. Sebelum mengawali karier sebagai pelatih sepak bola, ia merupakan seorang bankir.

Maurizio Sarri mengawali kariernya sebagai pelatih sepak bola pada tahun 1990 dengan melatih Stia, klub kasta terendah liga Italia. Berbeda dengan kebanyakan pelatih sepakbola yang dulunya adalah seorang pemain sepak bola, Maurizio Sarri memutuskan untuk menjadi pelatih sepakbola karena ia belajar dari pengalamannya menjadi seorang bankir yang juga tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi. Namun, atas usahanya belajar secara mandiri, Sarri dapat menjadi bankir yang andal.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Maurizio Sarri mencoba peruntungannya untuk menjadi pelatih sepak bola. Pada awal kariernya, ia rela untuk mempelajari taktik sepak bola tiga belas jam sehari untuk mempersiapkan taktik pada pertandingan selanjutnya.

Nama Maurizio Sarri baru dikenal publik setelah 24 tahun melatih beberapa klub medioker liga Italia. Pada tahun 2014, Maurizio Sarri berhasil mengantarkan FC Empoli kembali ke Serie A dan membuat FC Empoli menjadi salah satu tim yang memberatkan tim-tim papan atas Serie A, seperti AC Milan, AS Roma, Inter Milan, SSC Napoli, dan Fiorentina.

Melihat kinerjanya yang cukup bagus dengan Empoli FC, akhirnya pada tanggal 11 Juni 2015, SSC Napoli menunjuk Maurizio Sarri sebagai manager baru mereka.

Saat ini, nama Maurizio Sarri merupakan salah satu pelatih sepak bola yang cukup terkenal di Eropa. Sarri memiliki gaya bermain yang khas yaitu Sarriball. Dengan Sarriball, ia hampir mengantarkan SSC Napoli untuk mematahkan dominasi Scudetto Juventus musim 2017-2018.

Permainan Maurizio Sarri yang begitu impresif di Serie A menarik minat pemilik Chelsea, Roman Abramovich, untuk mendatangkan arsitek Napoli tersebut ke Stamford Bridge dan menggantikan pelatih Chelsea saat itu, Antonio Conte. Pada 14 Juli 2018, Chelsea resmi mengumumkan Maurizio Sarri sebagai manager baru mereka.

Setibanya di Inggris, Maurizio Sarri mendapatkan banyak ekspektasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja klub dari berbagai pihak.

Kisah petualangan Maurizio Sarri di Premier League di mulai dari pertandingan Community Shield 2018. Kala itu, Sarri harus berhadapan dengan juara Premiere League musim 2017-2018, Manchester City, yang dinahkodai oleh Pep Guardiola. Pasukan Maurizio Sarri harus pulang dengan kepala tertunduk karena tidak mampu menahan kedigdayaan pasukan Pep Guardiola.

Belajar dari kekalahan pertamanya, Maurizio Sarri mengevaluasi kinerja dari skema permainan yang ia miliki. Alhasil, awal musim Premier League 2018-2019 menjadi era kedigdayaan Chelsea di liga Inggris dengan tidak kekalahan dalam 12 pertandingan. Terlebih lagi, Chelsea juga berhasil memberikan kekalahan perdana bagi pasukan Pep Guardiola di Stamford Bridge sebagai balasan kekalahan di Wembley saat Community Shield. Namun, semua tidak berjalan sesuai yang diharapkan pada paruh kedua Premiere League 2018-2019.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline