Lihat ke Halaman Asli

Nanang Salman L

Saya hanya seorang penyeru kebaikan

Khalifah Ahmadiyah: Kesetiaan kepada Negara dan Cinta Tanah Air

Diperbarui: 31 Januari 2021   22:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://ahmadiyah.id/wp-content/uploads/2017/07/huzur-damai.jpg

Setiap warga negara yang tinggal disuatu negara dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik perbedaan Suku, Agama, Ras, Budaya, Golongan dan Warna kulit mempunyai kewajiban yang sama yang telah diatur oleh Undang-undang negara mengenai kewajiban kesetiaan kepada Negara dan Cinta Tanah Air, yang mana hal ini tidak dapat ditawar lagi.

Sebagaimana Khalifah Ahmadiyah Yang ke-V Hz.Mirza Masroor Ahmad ABA menyampaikan pandangannya terkait kesetian dan loyalitas kepada Negara dan Cinta Tanah Air yang beliau sampaikan di Markas Besar Militer Koblenz, Jerman pada tahun 2012 dan hal ini pun menjadi tarbiyat bagi seluruh Ahmadi di dunia.

Khalifah Ahmadiyah Mengenai Kesetiaan kepada Negara ( Loyalitas )

Kesetiaan kepada Negara yang dilakukan oleh warga negara sangatlah penting karena hal ini merupakan sikap Patriotisme dan Nasionalisme sebagai warga negara yang baik. Terkait hal itu khalifah Ahmadiyah Hz.Mirza Masroor Ahmad ABA menjelaskan konsep Islam mengenai kesetiaan dan loyalitas kepada Negara, sebagai berikut :

Prinsip yang utama dalam Islam adalah hendaklah wujudkan perkataan dan perbuatan seseorang tidak boleh mencerminkan standar ganda atau kemunafikan. Kesetiaan sejati membutuhkan suatu hubungan yang dibangun berdasarkan ketulusan dan integritas. Jadi apa yang ditampilkan secara perbuatan harus sama dengan apa yang ada didalam hati. 

Dalam konteks nasionalisme, prinsip ini sangat penting. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap warga negara membangun hubungan dengan tanah airnya dengan loyalitas dan kesetiaan yang murni. Tidak peduli apakah ia terlahir sebagai warga negara atau mendapatkan kewarganegaraannya dengan cara imigrasi ataupun cara lain  tentang kesetiaan.

Kesetiaan adalah suatu kualitas utama, sebagaimana para Nabi Allah yang telah menunjukkan sikap ini dengan derajat dan standar tertinggi. Cinta dan ikatan mereka kepada Tuhan sangat kuat dalam segala hal sehingga mereka menjaga perintah Tuhannya dan berjuang untuk menjalankannya apapun yang akan terjadi. Ini gambaran komitmen mereka pada Tuhan mengenai kesetiaan yang sempurna. Dan hal ini menjadi contoh model bagi warga negara.

Menurut ajaran Islam terkait defenisi dan arti sesungguhnya dari kesetiaan adalah pemenuhan secara menyeluruh dari sumpah dan janji seseorang dalam keadaan apapun termasuk dalam keadaan sulit. Sebagaimana didalam Al-Quran Allah Tala telah memerintahkan umat Islam untuk memenuhi sumpah dan janjinya, karena mereka akan dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan. Umat Islam telah diperintahkan untuk memenuhi janjinya, termasuk janjinya kepada Tuhan yang Maha Besar, dan juga sumpah yang telah mereka buat berdasarkan tingkat kepentingannya.

Umat Islam menyakini bahwa Tuhan dan agamanya adalah hal yang sangat penting, sehingga sumpah dan kesetiaan mereka kepada Tuhannya menjadi prioritas utama serta janji mereka kepada Tuhannya akan mereka letakkan diatas segalanya. Jadi dengan demikian suatu pemikiran akan muncul bahwa kesetiaan dan loyalitas seorang muslim pada negaranya dan janjinya untuk menegakkan hukum ditanah airnya hanya akan menjadi prioritas kedua baginya dan ia akan bersedia untuk mengorbankan janjinya pada negaranya pada saat-saat tertentu.

Khalifah Ahmadiyah Mengenai Cinta Tanah Air

Nabi Besar Muhammad SAW dalam sabdanya mengajarkan bahwa "Cinta kepada Tanah adalah bagian dari Iman" oleh karenanya patriotisme yang tulus adalah suatu keharusan dalam Islam. Kecintaan sejati kepada Tuhan dan kepada Islam menjadi syarat seseorang harus mencintai bangsanya sendiri. 

Jadi dengan demikian jelas sekali tidak ada pertentangan kepetingan kecintaan seseorang kepada Allah dan kecintaannya pada tanah air. Karena cinta tanah air telah menjadi bagian dari ajaran Islam. Setiap seorang muslim harus mencapai standar loyalitas tertinggi terhadap tanah airnya, karena hal tersebut adalah jalan untuk meraih Allah dan menjadi lebih dekat kepada-Nya.

Kemudian Al-quran juga mengajarkan kaitannya dengan kesetiaan adalah manusia harus menjauhkan diri dari semua perbuatan keji, dan munkar dan segala bentuk pemberontakan. Sebagai gambaran yang indah dan yang membedakan Islam adalah ia tidak hanya menarik perhatian kita ke titik kulmitasi, dimana hal itu memiliki konsekwensi yang sangat berbahaya, tetapi juga memperingatkan kita tentang masalah-masalah yang lebih kecil yang dapat menjadi batu pijakan manusia untuk melewati jalan yang penuh bahaya. Jadi, jika petunjuk Islam dikuti dengan benar maka setiap permasalahan dapat diselesaikan sedini mungkin, sebelum situasinya menjadi tak terkendari.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline