Lihat ke Halaman Asli

Juan Manullang

Penulis Lepas

Gatot Nurmantyo Berubah dan Memuji UU Cipta Kerja

Diperbarui: 20 Oktober 2020   15:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Isra Triansyah/Sindonews.com

Pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo yang memuji UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) dipertanyakan. Pasalnya, pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut dipublikasikan setelah rekan-rekannya seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana ditahan Bareskrim Polri.

Pernyataan tersebut diunggah di kanal Youtube Refly Harun pada Kamis, 15/10 dilansir dari Sindonews.com. Dengan pernyataan itu tentu jadi tanda tanya buat kita, ada apa dengan Gatot Nurmantyo?

Kita tahu bahwa Gatot Nurmantyo bersama KAMI adalah oposisi ataupun pengkritik pemerintah. Jika selama ini KAMI bersama Gatot Nurmantyo habis-habisan mengkritik pemerintah terutama Presiden Jokowi maka dengan tiba-tiba mendukung kebijakan dan keputusan terkait UU Cipta Kerja atau Omnibus Law menimbulkan tanya.

Kenapa secepat itu Gatot mendukung keputusan pemerintah?. Lihatlah, politisi oposisi yang konsisten mengkritik pemerintah seperti Din Syamsuddin dan Amien Rais serta lainnya tetap berpegang teguh sebagai pengkritik pemerintah.

Namun, kali ini Gatot Nurmantyo agak berbeda, apakah ini hanya sebuah pendekatan kepada pemerintah saja dengan mendukung UU Cipta Kerja?.

Apakah ketika di KAMI seorang Gatot Nurmantyo sangat vokal mengkritik pemerintah dan rencananya tidak berhasil sehingga memutuskan mendukung keputusan dan kebijakan pemerintah?.

Penulis pribadi berpandangan kearah sana, yaitu kritik Gatot Nurmantyo belum berhasil untuk menggaet hati rakyat demi kepentingan politik semata. Jadi, mencari cara lain dengan dekat dan mendukung pemerintah agar ada perubahan dan bisa jadi elektoralnya meningkat.

Ya kalau benar demikian, tidak masalah juga. Hak kita bersama untuk berpolitik tanpa ada larangan. Dan hak kita juga berbeda dan berubah pandangan politik secara sekejap.

Beginilah politik yang cepat berubah sesuai kepentingan masing-masing. Politik itu tidak dapat diterka dan siapapun bisa saja berubah sekejap.

Perubahan pada Gatot Nurmantyo dengan mendukung UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tentunya sudah dipikirkan dampak baik dan buruknya. Yang terpenting bagaimana apa yang diharapkan itu bisa terwujud.

Namanya berpolitik tentu ada tujuan yang akan disasar. Namanya berpolitik tentu butuh pengorbanan. Seseorang yang ingin berkuasa selalu mencari celah untuk bisa masuk lebih jauh kedalam pemerintahan dan bisa menjalankan pemerintahan tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline