Lihat ke Halaman Asli

Mata YRE

Penulis

Makna di balik Ungkapan "Aku Adalah yang Awal dan Akhir"

Diperbarui: 19 Januari 2024   08:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Makna Dibalik Ungkapan Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir

Ungkapan "Aku adalah yang Awal dan yang Akhir" sering kali muncul dalam Alkitab, terutama dalam kitab Wahyu. Ungkapan ini memiliki makna yang mendalam dan melambangkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna di balik ungkapan ini dan menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang karakter Allah yang terungkap dalam ungkapan ini.

1. Ungkapan "Aku adalah yang Awal dan yang Akhir" dalam Konteks Alkitab

Ungkapan "Aku adalah yang Awal dan yang Akhir" pertama kali muncul dalam kitab Wahyu, pasal 22, ayat 13. Ayat ini berbunyi, "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Dalam ayat ini, Tuhan Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, huruf pertama dan terakhir dalam alfabet Yunani. Ungkapan ini mencerminkan keabadian, kekekalan, dan kekuasaan Tuhan dalam seluruh rentang waktu.

Dalam konteks Alkitab, ungkapan ini juga muncul dalam kitab Wahyu 1:8, di mana Tuhan Yesus mengatakan, "Akulah Alfa dan Omega, Firman Allah yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Ungkapan ini menegaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang kekal dan memiliki kuasa atas segala sesuatu.

2. Makna Ungkapan "Aku adalah yang Awal dan yang Akhir"

2.1. Keabadian Tuhan

Ungkapan "Aku adalah yang Awal dan yang Akhir" menggambarkan keabadian Tuhan. Allah tidak terbatas oleh waktu dan tidak terikat oleh batasan manusia. Dia ada sebelum segala sesuatu ada dan akan ada setelah segala sesuatu lenyap. Ungkapan ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta yang kekal dan tidak tergantung pada waktu.

2.2. Kekuasaan Tuhan

Ungkapan ini juga mencerminkan kekuasaan Tuhan atas segala sesuatu yang ada di dunia ini. Sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, Tuhan memiliki kendali penuh atas sejarah dan masa depan. Dia adalah sumber kehidupan dan kekuatan, dan tidak ada yang terjadi di dunia ini yang melampaui kuasa-Nya. Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa kita dapat bergantung sepenuhnya pada Tuhan yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu.

2.3. Kesetiaan Tuhan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline