Lihat ke Halaman Asli

Johan Japardi

Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Mindfulness: Menuju Hidup yang Bermakna

Diperbarui: 16 September 2021   02:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hidup yang Bermakna. Sumber: https://bit.ly/3nCeVTG

Jika Anda sedang bergerak untuk menjadi manusia yang autentik dan versi terbaik dari diri Anda yang mungkin, maka hidup Anda memiliki makna yang sama seperti yang diharapkan oleh siapa pun.

Kebahagiaan dan makna adalah gagasan-gagasan yang samar-samar. Tidak mengherankan bahwa banyak orang terganggu oleh kebahagiaan dan makna, tidak yakin apakah kebahagiaan dan makna itu ada, atau setidaknya berpotensi ada, dalam hidup mereka, dan jika memang ada, bagaimana menemukan kebahagiaan dan makna itu.

Seperti biasa, mindfulness menyediakan sebuah peta jalan dan juga membantu menetapkan kompas.

Ilustrasi. Sumber: Practical Mindfulness Book, hlm. 54.

Orang yang mendambakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya sendiri mungkin bertanya-tanya: "Apa gunanya mengejar sebuah tujuan jika saya tidak akan pernah sampai di dekatnya?"

Bahkan orang-orang yang menunjukkan semua tanda pemenuhan lahiriah: rumah yang indah, hubungan yang kuat, anak-anak yang menyenangkan, dan pekerjaan yang baik, terkadang bisa merasakan kekosongan batin yang mendalam.

Jika Anda memiliki perasaan samar bahwa hidup Anda tidak lengkap, mindfulness bisa membantu Anda menemukan keutuhan.

Apakah Kebahagiaan Saja Cukup?
Ketika berpikir tentang kebahagiaan, sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap yang sebagian besar adalah masalah kata-kata.

Anda percaya bahwa Anda bahagia, tetapi di balik pikiran Anda ada dengungan kegelisahan yang jauh ketika Anda mulai merenungkan pertanyaan itu.

Anda menebak itu mungkin karena hidup Anda kurang bermakna: Anda tidak memahami bagaimana Anda bisa masuk ke dalam skema segala sesuatu, dan Anda khawatir kehilangan apa yang Anda miliki, seperti yang pasti akan Anda alami suatu hari nanti.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline