Lihat ke Halaman Asli

Irwan Rinaldi Sikumbang

TERVERIFIKASI

Freelancer

Mewujudkan Janji Kampanye Bikin Mules Sri Mulyani

Diperbarui: 10 Februari 2020   10:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. wartaekonomi.co.id

Janji kampanye adalah jualan utama dalam kontestasi pilpres atau pilkada. Jika banyak program yang menggratiskan rakyat untuk mendapatkan sesuatu atau yang memberikan bantuan keuangan bagi masyarakat yang masuk kelompok kurang mampu, tentu menjadi daya pikat tersendiri.

Sewaktu mengucapkan janji kampanye, mungkin saja belum melalui studi yang mendalam, kira-kira bila nanti dipilih oleh rakyat, apakah janji itu realistis atau justru masuk kategori too good to be true.

Tapi bagaimanapun juga, janji kampanye adalah utang yang harus dilakukan. Jika tidak, tentu reputasi pejabat yang menerima amanah dari rakyat banyak akan turun.

Nah, baru-baru ini muncul berita yang berkaitan dengan dampak negatif dari pemenuhan janji kampanye. Khususnya janji dari pasangan Jokowi-Ma'ruf pada kampanye pilpres 2019 lalu.

Karena janji-janji itulah yang membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa mules. Ya, istilah mules biasanya diartikan sebagai sakit perut. Bisa karena terlalu banyak makan makanan yang pedas atau asam. Bisa juga karena masuk angin.

Tapi kalau boleh ditafsirkan, Sri Mulyani bukan menderita sakit perut gara-gara harus mengalokasikan anggaran bagi program pemerintah yang dulu pernah dijanjikan saat kampanye.

Agaknya lebih tepat disebutkan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani dibikin pusing bagaimana caranya memenuhi janji kampanye.

Seperti dilansir dari detik.com, Sri Mulyani sempat mengucapkan kalimat seperti ini; "Saya sakit perut terus, duh menjanjikan apalagi ini. Janji ini, janji itu,"  ujarnya dalam acara laporan Bank Dunia di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1/2020) lalu.

Memang jadi pertanyaan, pernyataan spontan Sri Mulyani yang mirip orang lagi curhat itu, sebenarnya ditujukan untuk siapa? Kritik terhadap Presiden Jokowi yang notabene adalah bosnya? Apakah sedemikian beraninya Sri Mulyani?

Atau bisa juga hanya keseleo lidah, yang awalnya sekadar bercanda. Tapi akhirnya setelah muncul sebagai berita, mungkin jadi penyesalan bagi ibu menteri yang pernah dapat predikat sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik itu.

Soalnya ada yang memberikan tanggapan keras, agar Sri Mulyani dipecat saja oleh Presiden Jokowi. Komentar ini datang dari politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule, melalui akun twitternya (gelora.co, 30/1/2020).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline