Lihat ke Halaman Asli

Irmina Gultom

TERVERIFIKASI

Apoteker

Kerja karena Passion atau Kebutuhan?

Diperbarui: 19 Oktober 2019   03:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: insidehighered.com

Saya teringat saat saya dan salah seorang teman saya mengobrol ngalor-ngidul di sela-sela pergantian mata kuliah dulu, tiba-tiba saja tercetus pertanyaan random "Kalo sudah kerja nanti, menurut lo mana duluan yang harus lo capai. Passion atau cari duit yang banyak?"

Ya tentunya, kami sama-sama mau kerja sesuai passion. Dengan demikian kita akan selalu menjalani pekerjaan dengan senang tanpa merasa tertekan atau terbebani. Siapa yang gak mau sih punya penghasilan dari passion?

Menurut kamus Oxford, kata "Passion" mempunyai arti "a very strong feeling of liking something; a hobby, an activity, etc. that you like very much" (sebuah perasaan yang kuat dalam menyukai sesuatu; hobi atau aktivitas yang sangat disukai).

Masalahnya, saat itu kami juga belum tahu apa sebenarnya passion kami. Selain itu, kami juga masih belum yakin betul apakah bisa mendapat pekerjaan sesuai passion seperti yang kami mau. 

Dan fakta bahwa masih banyak lulusan sarjana yang menganggur karena sulit mencari pekerjaan, masih menjadi momok bagi kami.

Mau tak mau kadang kami jadi berpikir, kalau bisa lulus tepat waktu dan bisa langsung dapat kerja saja sudah untung sekali. Kami tidak mungkin seterusnya bergantung pada orangtua.

Puji Tuhan, harapan saya terkabul. Saya lulus tepat waktu dan hanya berselang dua bulan, saya pun diterima bekerja di salah satu perusahaan farmasi yang cukup besar. Dan ya, sangat sesuai dengan latar pendidikan saya. Posisi yang saya inginkan pun sesuai.

Namun seiring saya menjalani pekerjaan, beberapa kali saya bertanya pada diri saya. Apakah pekerjaan saya ini sudah sesuai dengan passion saya? Karena kalau sudah sesuai, bukankah harusnya saya selalu senang menjalaninya? 

Faktanya saya pernah merasa tidak semangat bangun pagi, waswas terhadap suatu masalah yang mungkin akan muncul, atau kadang bersikap cuek dengan pekerjaan. 

Saya bertahan karena imbalan (gaji dan tunjangan), karena saya butuh penghasilan untuk biaya hidup, bukan karena benar-benar menikmati pekerjaan itu.

Kerja karena Passion

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline